RADAR SURABAYA – Pemerintah Arab Saudi menerapkan prosedur baru dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Kartu Nusuk untuk jemaah haji kini dibagikan dan diaktifkan sejak di embarkasi Indonesia, termasuk di Embarkasi Surabaya. Kebijakan ini diharapkan mempermudah proses ibadah setibanya di Tanah Suci.
Direktur Pengembangan Bisnis Syarikah Al Bait Guests, Omar Ayub, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan inisiatif resmi
dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui program Bitaqat Nusuk fi Balad al-Haj atau Kartu Nusuk di Negara Asal.
“Semua aktivasi Nusuk dilakukan di Indonesia, baik di embarkasi maupun asrama haji. Ini agar jemaah lebih siap saat tiba di Tanah Suci,” ujar Omar, Senin (6/4).
Baca Juga: Harga Avtur Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Harga Tiket Pesawat
Kartu Nusuk Jadi Identitas Wajib Jemaah Haji
Kartu Nusuk memiliki peran vital bagi jemaah haji karena berfungsi sebagai identitas resmi sekaligus akses masuk ke berbagai lokasi penting selama ibadah haji.
Tanpa kartu ini, jemaah tidak diizinkan memasuki wilayah seperti Makkah, Madinah, Mina, Arafah, hingga Muzdalifah.
“Kartu Nusuk sangat penting. Wajib dimiliki dan diaktifkan sebelum berangkat,” tegas Omar.
Aktivasi Cepat, Kurang dari Satu Menit
Proses aktivasi Kartu Nusuk tergolong cepat dan praktis. Jemaah hanya perlu memindai barcode yang terhubung dengan sistem data haji.
“Prosesnya tidak sampai satu menit. Di dalam kartu sudah terdapat data lengkap, mulai dari nama hingga alamat penginapan,” jelasnya.
Dengan sistem ini, jemaah diharapkan dapat langsung fokus menjalankan ibadah tanpa harus mengurus administrasi tambahan saat tiba di Arab Saudi.
Baca Juga: Penutupan Gunung Bromo 6–12 April 2026 untuk Pemulihan Ekosistem, Ini Penjelasan TNBTS
Jemaah Diminta Jaga Kartu Nusuk
Meski mempermudah, jemaah diimbau untuk menjaga Kartu Nusuk dengan baik. Pasalnya, jika kartu hilang, proses penggantian membutuhkan waktu cukup lama.
“Jika hilang, pembuatan ulang bisa memakan waktu minimal dua hari. Ini tentu dapat mengganggu kelancaran ibadah,” pungkas Omar.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan