Teka-Teki Fenomena Langit Viral di Lampung, Ternyata Bekas Roket China
Nurista Purnamasari• Senin, 6 April 2026 | 08:51 WIB
Benda bercahaya yang terlihat di langit Lampung dan Banten yang sempat viral dikira UFO. (Instagram)RADAR SURABAYA - Masyarakat Lampung dan Banten dihebohkan oleh penampakan benda bercahaya yang meluncur di langit pada Sabtu (4/4). Video fenomena tersebut viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi publik mengenai asal-usul objek misterius itu. Namun, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan bahwa benda tersebut bukan UFO, melainkan sampah antariksa yang memasuki atmosfer bumi.Baca Juga: Fenomena Pink Moon 1–2 April, Bisa Diamati Tanpa AlatProfesor Astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa objek bercahaya tersebut adalah pecahan sampah antariksa. Menurutnya, benda itu merupakan bekas roket China CZ-3B yang meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia. Berdasarkan analisis orbit dari Space-Track, roket tersebut memasuki atmosfer padat sekitar pukul 19:56 WIB. Baca Juga: Harga Emas Hari Senin 6 April Stabil, Simak Daftar Terbaru UBS, Antam, dan Galeri24Saat ketinggian turun di bawah 120 km, objek mulai terbakar dan pecah menjadi beberapa bagian, sehingga terlihat jelas oleh warga Lampung dan Banten.Thomas menegaskan bahwa fenomena ini adalah hal yang wajar terjadi ketika objek buatan manusia di orbit memasuki atmosfer bumi. “Objek terang yang meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian adalah pecahan sampah antariksa. Itu bekas roket China CZ-3B yang meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di pantai barat Sumatera,” ujarnya.Baca Juga: Jatim–Uzbekistan Perkuat Kerja Sama Wisata Religi, Peluang Ziarah ke Samarkand Kian TerbukaFenomena ini menunjukkan bahwa sampah antariksa bukan hanya ancaman di orbit, tetapi juga dapat terlihat langsung saat memasuki atmosfer.Data BRIN dan LAPAN sebelumnya mencatat bahwa Indonesia telah memiliki lebih dari 20.000 keping sampah antariksa yang berpotensi jatuh ke bumi. Edukasi masyarakat diperlukan agar tidak salah mengartikan fenomena tersebut sebagai UFO atau kejadian supranatural. (net/nur) Editor : Nurista Purnamasari