RADAR SURABAYA - Kebakaran besar melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/4) malam.
Api yang berkobar sejak pukul 21.30 WIB baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.45 WIB dini hari setelah tim pemadam kebakaran mengerahkan belasan unit mobil damkar.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Heryanto, menduga kebakaran dipicu oleh kebocoran gas dari tabung utama saat proses pengisian.
“Diduga sementara dari kebocoran gas dari tabung utama. Tercatat ada tujuh orang terluka dan sudah dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (2/4).
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, menyebut jumlah korban luka mencapai 12 orang, terdiri dari warga sekitar dan karyawan SPBE.
“Sementara ini data di kami ada 12 korban, tersebar di beberapa rumah sakit. Korban mengalami luka bakar cukup serius, antara 60-70 persen, dan masih mendapatkan perawatan intensif. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa,” ucapnya.
Baca Juga: Kebakaran Tempat Praktik Dokter di Jalan Trunojoyo Surabaya, Tiga Orang Sempat Terjebak
Selain korban manusia, kebakaran juga merusak 19 rumah warga di sekitar lokasi. “Ada 15 rumah tinggal di RT02/RW003, 4 rumah tinggal, serta 2 kios di RT01/RW003 yang ikut terbakar,” jelas Heryanto.
Dalam proses pemadaman, sebanyak 12 unit mobil damkar dikerahkan. Api yang sempat membesar membuat warga sekitar panik dan berusaha menyelamatkan diri. Beberapa di antaranya mengalami luka bakar saat berusaha menyelamatkan barang-barang dari rumah.
Pertamina melalui Area Manager Communications, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Kamis 2 April Melejit! Antam Tembus Rp3 Juta per Gram
“Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memohon maaf atas insiden di SPBE PT Indogas Andalan Kita. Kami langsung berkoordinasi dengan tim damkar setempat dan aparat berwenang untuk penanganan kebakaran. Fokus utama kami adalah keselamatan masyarakat sekitar dan pekerja SPBE,” kata Susanto dalam keterangan tertulis.
Ia menegaskan bahwa pasokan LPG untuk masyarakat tetap aman. “Pertamina memastikan pasokan LPG tidak terganggu. Investigasi penyebab insiden akan dilakukan bersama aparat berwenang,” tambahnya. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari