Gempa M 7,6 Guncang Sulut, BMKG Konfirmasi Tsunami di Halmahera dan Bitung, 1 Orang Meninggal Tertimpa Reruntuhan
Nurista Purnamasari• Kamis, 2 April 2026 | 08:21 WIB
Informasi gempa BMKG. (BMKG)RADAR SURABAYA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis (2/4) pagi.Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya gelombang tsunami di dua wilayah setelah gempa terjadi pukul 05.48 WIB.Dalam pemutakhiran informasi, BMKG menyebut tsunami setinggi 0,3 meter terdeteksi di Halmahera Barat pada pukul 07.08 WITA. Baca Juga: Harga Emas Kamis 2 April Melejit! Antam Tembus Rp3 Juta per GramSementara itu, tsunami setinggi 0,2 meter juga terpantau di Bitung pada pukul 07.15 WITA.BMKG, melalui akun resmi X, menyampaikan bahwa gempa tersebut berpotensi tsunami di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara. “Pemutakhiran tsunami akibat gempa bumi M 7,6 telah terdeteksi di Halmahera Barat dan Bitung. Kami terus memantau perkembangan dan mengimbau masyarakat tetap waspada,” tulis BMKG.Baca Juga: Minyak Rusia Jadi Rebutan! Putin Tolak Pasok ke Negara Barat, Harga Tembus US$120Selain itu, BMKG mencatat gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah. “Dirasakan di Ternate V-VI MMI, Ibu V MMI, Manado IV-V MMI, Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Utara III MMI,” jelas laporan BMKG.Getaran gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di berbagai wilayah. Di Ternate, kekuatan mencapai skala V-VI MMI, menandakan guncangan kuat yang membuat warga panik dan keluar rumah. Di Manado, getaran tercatat IV-V MMI, sementara di Gorontalo dan Bone Bolango intensitas lebih rendah, sekitar III MMI.Baca Juga: Rusunami untuk Gen Z di Surabaya Segera Dibangun, Harga Mulai Rp100 JutaGempa di perairan Bitung juga memakan satu korban jiwa. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia. "Satu korban meninggal tertimpa reruntuhan sudah dibawa ke rumah sakit," kata juru bicara Basarnas Sulawesi Utara Nuriadin Gumeleng dikutip dari Antara.Basarnas juga mencatat satu orang yang mengalami luka. Korban tersebut saat ini masih dalam perawatan. "Yang satunya patah kaki karena loncat dari toko," katanya.
Basarnas hingga saat ini masih terus mencari informasi terkait dengan kemungkinan masih ada warga yang menjadi korban dalam gempa tersebut.BMKG menegaskan bahwa pemantauan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada peningkatan ancaman tsunami. Masyarakat di pesisir diminta tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah serta BPBD setempat. (nur) Editor : Nurista Purnamasari