KIP Kuliah 2026 Kini Gunakan Data Tunggal Nasional
Nurista Purnamasari• Selasa, 31 Maret 2026 | 20:02 WIB
Ilustrasi. (Radar Surabaya)RADAR SURABAYA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memastikan penyaluran Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) tahun 2026 akan lebih akurat dan transparan. Untuk pertama kalinya, penyaluran bantuan pendidikan ini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis verifikasi penerima.Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Sandro Mihradi menjelaskan bahwa DTSEN merupakan hasil integrasi dari tiga sumber data nasional. Baca Juga: Kaji Usulan Kebutuhan CASN 2026, Pemprov Jatim Perhatikan Efisiensi Anggaran“Tahun ini kita sudah akan menggunakan DTSEN, yang mengombinasikan tiga sumber data agar penyaluran KIP Kuliah lebih tepat sasaran,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/3).Sandro menambahkan bahwa penerima KIP Kuliah akan diprioritaskan bagi masyarakat dalam Desil 1 hingga Desil 4, yaitu kelompok sangat miskin hingga rentan miskin. “Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar diterima oleh mereka yang paling membutuhkan,” katanya.Baca Juga: Haji 2026: Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Mitigasi di Tengah Konflik Timur TengahIa juga menjelaskan bahwa mekanisme penerimaan tetap mengikuti sistem Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), melalui jalur SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Calon penerima harus lulus seleksi masuk perguruan tinggi dan terdata dalam DTSEN sebelum diverifikasi sebagai penerima sah.\Berdasarkan data Panitia SNPMB, jumlah peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Jalur SNBP 2026 di perguruan tinggi negeri akademik mencapai 155.543 peserta, dengan 53.897 di antaranya (19,67%) merupakan pendaftar KIP Kuliah. Baca Juga: Open House HUT Radar Surabaya Group, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Tekankan Komitmen Jurnalisme Berkualitas di Era DigitalSementara di perguruan tinggi vokasi, terdapat 23.438 peserta yang lulus SNBP, dan 10.574 peserta (31,97%) di antaranya adalah penerima KIP Kuliah.Penggunaan DTSEN menandai langkah strategis pemerintah untuk mengintegrasikan data sosial-ekonomi nasional demi pemerataan akses pendidikan.Program ini diharapkan memperkuat pemerataan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, sekaligus mendukung visi Indonesia menuju sistem pendidikan berbasis data dan keadilan sosial. (ant/nur) Editor : Nurista Purnamasari