Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Person of The Year Piala Dunia U-17 Selebriti Sidoarjo Sport Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Fenomena Pink Moon 1–2 April, Bisa Diamati Tanpa Alat

Nurista Purnamasari • 2026-03-31 13:42:45
Ilustrasi. (Pinterest)
Ilustrasi Pink Moon. (Pinterest)

RADAR SURABAYA - Fenomena langit menarik kembali hadir di awal April 2026. Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan purnama pink atau Pink Moon pada Rabu malam hingga Kamis dini hari, 1–2 April 2026. Peristiwa ini menjadi salah satu momen astronomi yang mudah diamati tanpa alat bantu khusus.

Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa bulan purnama dapat diamati sejak maghrib hingga menjelang matahari terbit.

“Dapat diamati tanpa alat atau dengan teleskop plus kamera,” ujarnya, Selasa (31/3).

Baca Juga: Jemur Nasi, Lansia Tersempet Lokomotif di Perlintasan KA Masigit Surabaya 

Thomas menegaskan fenomena ini aman untuk diamati. “Tidak ada dampak negatifnya.

Dampak secara umum sama dengan purnama lainnya, yaitu peningkatan pasang air laut karena Bulan dan Matahari hampir segaris dengan Bumi,” jelasnya.

Thomas menambahkan bahwa istilah Pink Moon sejatinya hanya penamaan tradisi.

Baca Juga: Spesies Baru Hoya Bukitrayaensis Ditemukan di Kalimantan, Hidup di Ketinggian 1.400 Mdpl

“Warnanya bukan pink, sama dengan purnama umumnya, putih kekuningan. Itu hanya penamaan orang Amerika Serikat yang kemudian digunakan di media,” katanya.

Pink Moon juga berperan sebagai Paschal Full Moon, penentu tanggal Paskah yang jatuh pada 5 April 2026.

Efek ilusi optik juga dapat terlihat saat bulan terbit di cakrawala, membuatnya tampak lebih besar dengan cahaya keemasan akibat pantulan atmosfer. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Paschal Full Moon #pink moon #Bulan purnama #fenomena langit