RADAR SURABAYA - Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjadi salah satu titik tersibuk selama periode arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026. Data mencatat, total pergerakan penumpang angkutan laut mencapai 132.154 orang, dengan rincian 86.737 orang turun dan 45.417 orang naik.
Manajer Cabang Kalimas PT Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, menyebutkan bahwa rute dengan jumlah penumpang tertinggi didominasi oleh tujuan Kalimantan dan Sulawesi.
"Total penumpang selama periode Lebaran mencapai 132.154 orang. Pelabuhan tujuan dengan jumlah penumpang tertinggi adalah Balikpapan sebanyak 35.488 orang, yang juga memiliki persentase penumpang turun tertinggi mencapai 30,05 persen," ungkap Ana, Senin (30/3).
Baca Juga: Dokter dan Tenaga Kesehatan Sudah Terpapar, Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Campak
Selain Balikpapan, jalur utama lainnya yang cukup padat adalah Banjarmasin sebanyak 21.889 penumpang, Makassar sebanyak 17.499 penumpang dan Kamal 15.012 penumpang. Sementara itu, persentase penumpang naik tertinggi tercatat di pelabuhan Lembar sebesar 18,69 persen.
Dari sisi ketersediaan tempat duduk, total kapasitas yang tersedia mencapai 127.661 kursi. Tingkat keterisian (Pass Load Factor) tertinggi terjadi pada rute Waingapu hingga 78,48 persen, sedangkan terendah di Tanjung Priok hanya 2,40 persen.
Dari total penumpang tersebut, PT Dharma Lautan Utama (DLU) menjadi operator dengan kontribusi terbesar, mengangkut sebanyak 72.958 orang atau sekitar 55,21 persen dari total keseluruhan. Di posisi kedua ditempati oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dengan 43.656 penumpang.
Sementara itu, puncak arus balik terlihat sangat signifikan pada akhir pekan kemarin. Kasi Lalu Lintas KSOP Utama Tanjung Perak, Hendro Cahyono, memaparkan bahwa rata-rata terdapat 14 hingga 16 kapal penumpang dan Ro-Ro yang bersandar dan berlayar setiap harinya.
Baca Juga: Personel TNI di UNIFIL Gugur Akibat Serangan Israel, Indonesia Desak Segera Investigasi
"Per hari ini memang ada 14 sampai 16 kapal. Untuk puncak penumpang naik, kemarin yang paling banyak sampai sekarang, tapi hari ini juga kemungkinan banyak karena ada empat kapal Pelni," jelas Hendro.
Menurutnya, terdapat perbedaan pola pergerakan dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun lalu puncak mudik terjadi lebih awal, tahun ini puncak justru terjadi mendekati Hari H Lebaran, tepatnya pada 19 Maret.
Hendro memprediksi, Senin (30/3) menjadi hari dengan pergerakan tertinggi sebelum kemudian mereda, namun berpotensi ramai kembali pada akhir pekan depan. Meski terjadi lonjakan, ia memastikan kondisi di pelabuhan tetap terkendali.
"Alhamdulillah, untuk jadwal kapal masih aman. Cuaca selama masa angkutan ini juga kondusif. Hanya ada satu kapal yang terlambat sekitar 30-60 menit karena kendala teknis roda truk, itu masih dalam batas wajar," terangnya.
Untuk kenyamanan pemudik, pihaknya mengimbau masyarakat agar membeli tiket secara online dan memantau jadwal keberangkatan jauh-jauh hari guna menghindari antrean panjang di dermaga. "Beli tiket jauh-jauh hari dan update jadwal kapal secara online supaya tidak lama menunggu di pelabuhan," pungkasnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek