Jatim Genjot PSEL, Khofifah Gandeng Tujuh Daerah: Solusi Sampah Jadi Energi Terbarukan
RADAR SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmen dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) bersama tujuh kepala daerah di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya.
Langkah strategis ini dinilai sebagai terobosan penting dalam mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi baru terbarukan sekaligus mendukung target lingkungan bersih dan berkelanjutan di Jawa Timur.
“Kerja sama ini bukan sekadar pengelolaan sampah, tetapi bagian dari solusi besar untuk menghadirkan energi baru terbarukan dari sektor limbah,” ujar Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Minggu (29/3).
Penandatanganan PKS tersebut berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (28/3) malam, dan turut disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Program PSEL ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025, yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional.
Baca Juga: Indonesia Kini Punya Sahabat-AI, Platform AI Berbasis Aplikasi yang Paling Ngerti Indonesia
Oleh karena itu, sinergi lintas daerah menjadi kunci utama keberhasilan implementasi.
Surabaya Raya: Pasokan 1.100 Ton Sampah per Hari
Untuk kawasan Surabaya Raya, total pasokan sampah mencapai sekitar 1.100 ton per hari. Angka ini menjadi fondasi kuat dalam mendukung operasional PSEL di wilayah tersebut.
Rinciannya sebagai berikut:
Kota Surabaya: 600 ton per hari
Kabupaten Gresik: 250 ton per hari
Kabupaten Sidoarjo: 150 ton per hari
Kabupaten Lamongan: 100 ton per hari
Lokasi pembangunan fasilitas PSEL di kawasan ini direncanakan berada di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.
Dengan kontribusi terbesar dari Kota Surabaya, wilayah ini menjadi pusat utama dalam sistem pengolahan sampah regional.
Baca Juga: Trafik Data saat Lebaran Melonjak Tajam, Ini Dia Kota di Jawa Timur yang Catat Lonjakan Tertinggi
Dukungan dari daerah penyangga seperti Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan juga memperkuat kapasitas bahan baku agar operasional PSEL berjalan optimal dan berkelanjutan.
Malang Raya: Kuat dengan 1.138,9 Ton Sampah Harian
Sementara itu, kawasan Malang Raya juga menunjukkan potensi besar dalam mendukung program PSEL dengan total pasokan mencapai 1.138,9 ton sampah per hari.
Rinciannya meliputi:
Kabupaten Malang: 600 ton per hari
Kota Malang: 500 ton per hari
Kota Batu: 38,09 ton per hari
Lokasi pembangunan PSEL di wilayah ini direncanakan berada di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Kontribusi signifikan dari Kabupaten dan Kota Malang menjadikan kawasan ini sebagai salah satu pusat utama pengelolaan sampah di Jawa Timur.
Meski Kota Batu menyumbang dalam jumlah lebih kecil, perannya tetap penting dalam memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku secara konsisten.
Pemprov Jatim Perkuat Koordinasi dan Pengawasan
Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memastikan pelaksanaan kerja sama ini berjalan optimal melalui berbagai langkah, seperti koordinasi lintas daerah, monitoring, evaluasi, serta fasilitasi penyelesaian kendala.
Baca Juga: Harga Emas Minggu 29 Maret Melonjak! Cek Daftar Terbaru UBS, Antam, dan Galeri24
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya efisien, tetapi juga transparan dan akuntabel.
Pemprov Jatim juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak terkait lainnya.
Selain aspek teknis, Khofifah juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin dalam mendukung keberhasilan pembangunan lingkungan berkelanjutan di Jawa Timur.
Capaian Jatim Lampaui Rata-rata Nasional
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi capaian pengelolaan sampah di Jawa Timur yang dinilai tertinggi secara nasional, yakni mencapai 52,7 persen.
Angka tersebut jauh melampaui rata-rata nasional yang masih berada di angka 24,95 persen.
“Jawa Timur mencatatkan capaian pengelolaan sampah sebesar 52,7 persen. Ini tertinggi di Indonesia dibandingkan seluruh provinsi,” ujarnya.
Hanif juga menyoroti bahwa Jawa Timur telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam penanganan praktik pembuangan terbuka (open dumping), yang selama ini menjadi tantangan utama dalam pengelolaan sampah di berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan ini dapat dijadikan contoh atau rujukan bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Transformasi Sampah Jadi Energi, Masa Depan Jawa Timur
Program PSEL di Jawa Timur diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis energi yang mampu memberikan dampak luas, tidak hanya dalam mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan.
Dengan dukungan lintas daerah, kebijakan yang tepat, serta komitmen kuat dari pemerintah, Jawa Timur berpotensi menjadi pionir dalam transformasi pengelolaan sampah menjadi sumber energi di Indonesia.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan kebutuhan lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat.(mus)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan