RADAR SURABAYA – Di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada jalur penerbangan internasional, jadwal umrah Jawa Timur 2026 justru mengalami peningkatan signifikan.
Kondisi ini mendorong Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kemenhaj) Jawa Timur untuk mengimbau jamaah agar memprioritaskan penerbangan langsung umrah guna menghindari risiko perjalanan transit.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, menegaskan bahwa tantangan utama perjalanan umrah saat ini bukan pada pelaksanaan ibadah, melainkan aspek logistik penerbangan.
“Problem utama umrah saat ini ada pada penerbangan. Jika menggunakan penerbangan langsung tanpa transit, maka jadwal umrah tetap berjalan normal tanpa penundaan,” ujarnya, Jumat (27/3).
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan di Jatim Tembus 4,3 Juta, Ini Destinasi Wisata Favorit saat Lebaran
Tantangan Penerbangan di Tengah Konflik Timur Tengah
Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat sejumlah rute penerbangan harus dialihkan demi keamanan.
Meski demikian, penerbangan langsung dari Indonesia ke Arab Saudi, khususnya menuju Jeddah, masih berjalan relatif lancar.
Beberapa maskapai tetap mengoperasikan penerbangan langsung dari kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, dan Bali.
Rute penerbangan memang mengalami penyesuaian dengan menghindari wilayah rawan, namun tidak berdampak signifikan terhadap jadwal keberangkatan.
“Penerbangan langsung dari Surabaya, Jakarta, maupun Bali ke Jeddah masih berjalan sesuai jadwal.
Hanya rute yang dialihkan ke jalur selatan untuk alasan keselamatan,” tambah Anam.
Lonjakan Jamaah Umrah Jawa Timur 2026
Data terbaru dari Kemenhaj Jawa Timur menunjukkan adanya peningkatan jumlah jamaah yang berangkat umrah dalam beberapa pekan terakhir.
Tiga pekan lalu: 1.700 jamaah berangkat, 9.200 jamaah pulang
Pekan berikutnya: 2.500 jamaah berangkat, 7.600 jamaah pulang
Data terbaru: 4.500 jamaah berangkat, 4.991 jamaah pulang
Lonjakan keberangkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap ibadah umrah, meskipun situasi konflik Timur Tengah masih berlangsung.
Risiko Transit dan Kasus Jamaah Tertahan
Kemenhaj mencatat, sebagian besar kendala perjalanan umrah terjadi pada rute penerbangan yang menggunakan transit di negara-negara Timur Tengah.
Dalam beberapa kasus, jamaah bahkan mengalami penundaan hingga harus mengeluarkan biaya tambahan yang cukup besar.
“Ada jamaah yang harus kembali ke Jeddah, membeli tiket baru, bahkan melanjutkan perjalanan darat dengan biaya hingga puluhan juta rupiah saat konflik memuncak,” ungkap Anam.
Imbauan Kemenhaj untuk Jamaah dan Biro Travel
Kemenhaj Jawa Timur menekankan pentingnya keselamatan jamaah dalam setiap perjalanan umrah.
Biro travel diminta lebih selektif dalam memilih rute penerbangan serta transparan kepada calon jamaah.
“Jika risiko terlalu tinggi akibat konflik, sebaiknya keberangkatan ditunda. Keselamatan jamaah harus menjadi prioritas utama,” tegas Anam.
Tips Aman Umrah 2026
Untuk memastikan perjalanan tetap aman dan lancar, berikut beberapa tips bagi calon jamaah:
Pilih penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah tanpa transit
Pastikan biro travel terdaftar resmi di Kemenhaj
Pantau perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah
Verifikasi jadwal keberangkatan secara berkala
Kemenhaj juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran paket murah tanpa kejelasan rute dan jadwal, guna menghindari potensi penipuan.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan