RADAR SURABAYA — Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan pesawat angkut Airbus A400M kedua milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) akan tiba di Indonesia pada akhir Maret 2026.
Kehadiran pesawat ini diyakini semakin memperkuat kemampuan pertahanan udara nasional, khususnya dalam operasi logistik dan mobilisasi pasukan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa pesawat tersebut saat ini tengah dalam perjalanan dari fasilitas produksi Airbus di Sevilla, Spanyol, menuju Indonesia.
“Airbus A400M diperkirakan tiba di Indonesia pada akhir Maret 2026,” ujar Rico dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (25/3).
Pesawat ini akan menjadi unit kedua yang dimiliki Indonesia setelah A400M pertama mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada 3 November 2025.
Baca Juga: Tetap Berlanjut, Bansos Tak Terdampak Efisiensi Anggaran
Dengan tambahan armada ini, TNI AU diharapkan semakin optimal dalam menjaga kedaulatan wilayah udara sekaligus mendukung berbagai misi strategis.
Perkuat Kapasitas Angkut dan Operasi Militer
Sebagai pesawat angkut berat multiguna, Airbus A400M memiliki kemampuan yang sangat mumpuni dalam berbagai jenis operasi, mulai dari pengangkutan logistik hingga misi kemanusiaan dan tempur.
Pesawat ini mampu membawa muatan besar seperti truk bahan bakar berkapasitas hingga 80 ton, ekskavator, hingga kendaraan taktis berat.
Selain itu, A400M juga dapat mengangkut hingga 116 personel dengan perlengkapan tempur lengkap.
Tak hanya itu, pesawat ini dilengkapi kemampuan pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling), yang membuatnya sangat fleksibel dalam mendukung operasi jarak jauh.
Bagian dari Kontrak Strategis Indonesia
Pengadaan dua unit Airbus A400M merupakan bagian dari kontrak yang ditandatangani oleh Prabowo Subianto saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2021, di sela ajang Dubai Airshow 2021.
Selain itu, Kemhan juga telah menandatangani letter of intent (LoI) untuk pembelian empat unit tambahan di masa mendatang, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Peran Penting dalam Misi Kemanusiaan
Airbus A400M tidak hanya dirancang untuk kebutuhan militer, tetapi juga memiliki peran penting dalam misi kemanusiaan.
Pesawat ini mampu mendarat di berbagai jenis medan, termasuk landasan pendek dan tidak beraspal.
Pengalaman sebelumnya menunjukkan pesawat A400M milik Angkatan Udara Prancis pernah digunakan untuk mengirim bantuan ke Lombok saat gempa bumi 2018.
Sementara itu, pesawat A400M milik Malaysia juga turut membantu distribusi bantuan ke Palu pada tahun yang sama.
Indonesia Operator ke-10 A400M
Dengan kedatangan unit kedua ini, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu operator Airbus A400M di dunia. Saat ini, Indonesia tercatat sebagai operator ke-10 pesawat tersebut.
Di kawasan Asia, pengguna A400M meliputi Malaysia sebagai pelopor, diikuti Turki dan Kazakhstan.
Kehadiran armada ini di Indonesia menandai langkah strategis dalam modernisasi kekuatan udara nasional.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan