RADAR SURABAYA - Insiden ledakan petasan rakitan kembali mengguncang Jawa Tengah. Kali ini, satu rumah di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, hancur total akibat ledakan petasan jumbo yang dirakit oleh sekelompok remaja.
Peristiwa terjadi pada Sabtu (21/3/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, saat para remaja tengah merakit petasan berdaya ledak tinggi di dalam rumah.
Suara dentuman keras terdengar hingga radius cukup jauh, membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
Baca Juga: Mengapa Ramadan dan Takbiran Identik dengan Petasan?
Tak hanya rumah tempat kejadian yang ambruk, beberapa bangunan dan kendaraan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan.
Ketua RT setempat, Edi Purnomo, mengungkapkan bahwa ledakan terjadi secara tiba-tiba.
“Tiba-tiba terdengar ledakan sangat keras. Warga langsung keluar rumah dan melihat bangunan sudah hancur,” ujarnya.
Baca Juga: Video Viral Pria Mirip Jeffrey Epstein Picu Teori Konspirasi, Ini Faktanya
Sebanyak sembilan remaja menjadi korban dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Empat di antaranya mengalami luka serius, termasuk luka bakar yang membutuhkan penanganan intensif. Para korban dirawat di Rumah Sakit Bendan, RS Siti Khodijah, serta beberapa klinik terdekat.
Kepolisian Resor Pekalongan Kota telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan menyita sejumlah barang bukti, termasuk selongsong petasan berisi serbuk peledak.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto, menyebut bahwa petasan dirakit menggunakan palu dan obeng.
Baca Juga: Ngaku Petugas Wifi, Komplotan Pencuri Berhasil Gondol Emas 30 Gram di Mulyorejo Surabaya
“Kami telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah. Berdasar keterangan saksi, bahan peledak untuk petasan tersebut dibeli secara daring,” jelasnya.
Ledakan juga menyebabkan kaca rumah warga pecah, serta kerusakan pada atap dan genteng di sekitar lokasi. Polisi masih menyelidiki asal bahan peledak dan potensi pelanggaran hukum yang terjadi.
Kasi Humas Polres Pekalongan, Iptu Purno Utomo, menegaskan bahwa masyarakat harus menghindari pembuatan dan penyalaan petasan rakitan.
“Kami mengajak masyarakat tidak membuat dan menyalakan petasan, terlebih dengan daya ledak tinggi. Selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, juga dapat menimbulkan kerusakan,” ujarnya.
Baca Juga: Indonesia Kirim 24 Atlet ke Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2026, Siap Ukir Prestasi di Tianjin
Peristiwa ledakan petasan di Pekalongan menambah daftar panjang peristiwa ledakan petasan yang memakan korban luka yang terjadi selama bulan Ramadan hingga lebaran. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari