Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tragedi Ledakan Petasan di Semarang, Bocah 9 Tahun Tewas dan Rumah Hancur

Nurista Purnamasari • Jumat, 20 Maret 2026 | 12:13 WIB
Rumah milik Rondiyah di Kampung Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang yang porak-poranda akibat ledakan petasan dan menewaskan seorang anak. (ANTARA)
Rumah milik Rondiyah di Kampung Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang yang porak-poranda akibat ledakan petasan dan menewaskan seorang anak. (ANTARA)

RADAR SURABAYA - Suasana menjelang Lebaran di Kota Semarang berubah duka setelah sebuah rumah di Kampung Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, hancur akibat ledakan petasan pada Jumat (20/3) dini hari. 

Seorang bocah berusia 9 tahun, Gilang Satria Perkasa (GSP), ditemukan tewas di bawah meja makan, sementara penghuni lain berhasil selamat.

Ketua RW 9 Tambakrejo, Ahmad Rifai, mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di rumah milik Rondiyah, 50. 

Baca Juga: Rakit Petasan Lalu Meledak, 5 Remaja di Jombang Alami Luka Bakar Serius

“Saat dicek warga, kondisi di dalam rumah sudah hancur. Korban ditemukan terakhir di bawah meja makan dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah, membenarkan adanya peristiwa ledakan tersebut. 

Ia menjelaskan bahwa laporan awal diterima dari aplikasi layanan masyarakat sebelum petugas menuju lokasi. 
 

“Ya, tadi dari Libas ada laporan ada ledakan, terus dari piket SPKT mendatangi TKP. Korban meninggal satu, usia sembilan tahun. Terdapat keluarga dua yang luka, tapi luka lecet-lecet biasa,” jelasnya.

Baca Juga: Libur Lebaran, Warga Tionghoa Surabaya Padati Gunung Kawi untuk Wisata Religi dan Healing

"Ternyata ledakannya termasuk besar rupanya dan ada korban meninggal dunia. Makanya semua tim turun di lapangan termasuk saya karena ada korban,” tambahnya. 

Ia menambahkan, penyebab pasti ledakan hingga kini masih dalam penyelidikan.

“Untuk indikasi saat ini kita belum bisa menyampaikan karena korban masih dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi,” imbuh Yuna.

Baca Juga: Enam Penyakit yang Sering Kambuh Usai Lebaran, Jaga Pola Makan Agar Terhindar dari Gangguan Kesehatan

Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah melakukan olah TKP dan menemukan kubah ledakan berdiameter 25–30 cm di salah satu kamar. 

“Kami hanya menemukan sisa-sisa bahan ledakan. Diperkirakan bubuk petasan yang meledak seberat 1–2 kilogram. Bahan kimia yang digabung menjadikannya tidak stabil, bisa meledak karena gesekan atau panas,” kata Kasubdit Fisika dan Komputer Forensik, AKBP Totok Tri Kusuma.

Barang bukti berupa kembang api ditemukan di lokasi, namun bukan bagian dari bahan yang meledak. Polisi memastikan bahan yang meledak masuk kategori low explosive.

Ledakan yang terdengar hingga radius ratusan meter membuat warga panik. Uul, 48, warga sekitar, mengatakan bahwa ledakan yang dia dengar cukup keras dan menyerupai ledakan bom.

Baca Juga: Puluhan Burung Langka dari Papua Diamankan Petugas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Beberapa Mati

“Kayak bom. Aku sampai mumbul pas tidur. Setelah itu genteng rumah saya berjatuhan. Asap putih tebal keluar dari rumah Rondiyah,” tuturnya.

Sementara itu, Ana, 51, yang tinggal sekitar 300 meter dari lokasi menuturkan, awalnya mengira ledakan tersebut adalah ban kendaraan yang meletus.

“Warga sekampung mendengar semua. Awalnya dikira ban meletus, tapi serpihan genteng rumah Rondiyah sampai ke kampung saya,” katanya.

Baca Juga: Matahari Tepat di Khatulistiwa, Masyarakat Indonesia Hari Ini Bisa Saksikan Ekuinoks

Usai kejadian, polisi memasang garis polisi dan menyiagakan personel Brimob di lokasi. Petasan yang diduga dibeli secara daring disebut akan digunakan untuk takbir keliling. 

Polisi kini mendalami kasus ini dan mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan atau merakit bahan peledak di rumah. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Low Explosive #semarang #ledakan petasan #korban petasan #takbir keliling #bahan peledak #bocah meninggal #petasan