RADAR SURABAYA - Mudik Lebaran selalu menjadi tradisi besar di Indonesia, dengan jutaan masyarakat melakukan perjalanan menuju kampung halaman.
Lonjakan arus kendaraan setiap tahun sering menimbulkan kemacetan panjang di jalur utama, baik jalan tol maupun jalur nasional.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghadirkan layanan CCTV online yang dapat diakses masyarakat secara gratis.
Baca Juga: Musim Hujan dan Libur Lebaran, Produksi Air Bersih di Surabaya Dipastikan Stabil
Fasilitas ini memungkinkan pemudik memantau kondisi lalu lintas secara langsung sebelum berangkat, sehingga perjalanan bisa lebih terencana dan nyaman.
Cara Cek CCTV Kementerian PUPR
Layanan CCTV dari Kementerian PUPR dapat diakses dengan mudah melalui perangkat komputer maupun ponsel. Berikut langkah-langkahnya:
1. Akses situs resmi mudik PUPR di https://mudik.pu.go.id (mudik.pu.go.id in Bing).
2. Pilih menu CCTV yang tersedia di halaman utama. Menu ini menampilkan daftar ruas jalan tol dan jalur nasional yang dilengkapi kamera pengawas.cry
Baca Juga: Dilarang Bikin Open House Mewah! Pejabat Diimbau Rayakan Idul Fitri dengan Sederhana
3. Cari lokasi jalur mudik sesuai kebutuhan, misalnya Tol Trans Jawa, Tol Cipali, atau jalur Pantura.
4. Klik tautan “Melihat CCTV (Online)” untuk menampilkan kondisi lalu lintas secara real-time.
5. Pastikan koneksi internet stabil agar tayangan CCTV tidak terputus dan gambar terlihat jelas.
Selain situs resmi PUPR, pemudik juga bisa memanfaatkan aplikasi pendukung seperti Travoy dari Jasa Marga atau Lewatmana.com untuk melihat kondisi lalu lintas, tarif tol, hingga lokasi rest area terdekat.
Dengan kombinasi layanan ini, masyarakat dapat lebih mudah menentukan jalur alternatif dan waktu perjalanan yang tepat.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR menegaskan bahwa layanan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah mendukung kelancaran mSurabaya
Baca Juga: Modus Jadi Pembeli, Bocah Terekam CCTV Curi Dua Ponsel di Warung Makan Jalan Kebonsari Surabaya
“CCTV online kami sediakan agar masyarakat bisa memantau kondisi jalan secara real-time. Dengan begitu, pemudik dapat lebih bijak menentukan waktu perjalanan dan menghindari titik kemacetan,” ujarnya.
Manfaat Layanan CCTV PUPR
Adanya layanan CCTV online yang dihadirkan Kementerian PUPR diantaranya beranfaat untuk mengurangi risiko kemacetan dengan informasi kondisi jalan terkini, membantu pemudik memilih jalur alternatif jika terjadi kepadatan di jalur utama.
Kemudian meningkatkan keselamatan perjalanan karena pemudik bisa mengantisipasi titik rawan.
Baca Juga: Idul Fitri 1447 Hijriah Berpotensi Berbeda, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat Kamis 19 Maret 2026
Dan terakhir mendukung efisiensi waktu dan biaya dengan perencanaan perjalanan yang lebih matang.
Semnetara itu, puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi akan terjadi dua kali. Pertama pada tanggal 14-15 Maret, lalu yang kedua di tanggal 18-19 Maret.
Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat memimpin rapat lintas sektoral untuk persiapan kelancaran arus mudik dan balik Idul Fitri atau Lebaran 2026.
Sigit mengatakan puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi dua kali. Hal itu sejalan dengan penerapan kebijakan kerja dari mana saja atau work from anywhere oleh pemerintah.
"Prediksi puncak arus mudik (gelombang pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14-15 Maret. Kemudian pemerintah melaksanakan WFH, biasanya antara tanggal 16 dan 17 (Maret). Sementara prediksi puncak arus mudik (kedua) ada di tanggal 18-19 Maret," kata Sigit.
Dengan memantau kondisi jalan secara langsung, pemudik dapat merencanakan perjalanan lebih efisien, memilih jalur alternatif, dan menghindari kemacetan. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari