RADAR SURABAYA - Suasana malam di Kampung Cileunyi, Kabupaten Bandung, mendadak mencekam setelah sebuah kontrakan dua lantai mengalami kerusakan parah akibat ledakan misterius pada Sabtu (14/3) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB itu menyebabkan sebagian atap dan dinding bangunan ambruk, serta satu penghuni mengalami luka dan harus mendapat perawatan medis.
Ledakan terjadi di kontrakan berisi 19 kamar yang terletak di RT 1 RW 5, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi.
Baca Juga: Tren Kasus Bunuh Diri Anak Meningkat, Indonesia Alami Krisis Kedekatan Emosional?
Menurut saksi mata, Een, 42, ia sedang tertidur ketika suara ledakan terdengar keras.
“Saya langsung terbangun setelah mendengar suara keras dan terdengar benturan serpihan tembok yang menghantam pintu kamar saya,” ujarnya dikutip dari Kompas.com.
Penghuni lain, Tata, 49, menyebutkan bahwa suara ledakan mirip ban pecah berasal dari area belakang kontrakan.
Baca Juga: Radar Surabaya Kembali Gelar Mudik Gratis 2026, Sediakan Kuota untuk Tiga Rute Favorit
“Kami belum tahu pasti sumbernya. Kalau dari listrik, seharusnya lampu padam. Kalau dari kompor, pasti ada api,” katanya.
Pemeriksaan pada Minggu (15/3), menunjukkan sebagian besar kamar mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Kamar di bagian belakang kontrakan menjadi yang paling terdampak. Garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi untuk memfasilitasi penyelidikan dan menjaga keamanan warga.
Baca Juga: Manchester United dan Chelsea Berebut Said El Mala, Koln Pasang Harga Fantastis Tembus Rp1 Triliun!
Pemilik kontrakan mengakui bahwa bangunan ambruk akibat ledakan, namun belum memberikan keterangan lebih lanjut kepada media.
Tim kepolisian telah melakukan pemeriksaan awal pada malam kejadian. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan kebocoran gas, namun belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti. Polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari para penghuni.
Meski belum diketahui sumber ledakan, aparat kepolisian terus menyelidiki untuk memastikan penyebab dan mencegah kejadian serupa. (kmp/nur)
Editor : Nurista Purnamasari