Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tragedi Bukber SMAN 5 Bandung: Siswa Tewas Diduga Dikeroyok Pelajar Sekolah Lain

Nurista Purnamasari • Minggu, 15 Maret 2026 | 06:04 WIB
Potongan video yang memperlihatkan kericuhan di Jalan Cihampelas. (ISTIMEWA)
Potongan video yang memperlihatkan kericuhan di Jalan Cihampelas. (ISTIMEWA)

 

RADAR SURABAYA - Acara buka bersama (bukber) siswa SMAN 5 Bandung berakhir tragis setelah seorang siswa bernama Muhammad Fahdly Arjasubrata meninggal dunia akibat dugaan pengeroyokan di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jumat (13/3) malam. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMAN 5 Bandung, Agus Ferdiana, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah aparat penegak hukum. 

“Kami mengimbau seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk tetap tenang dan menghormati proses penyidikan serta penyelidikan yang sedang berlangsung. Mari kita berikan ruang bagi pihak berwenang untuk bekerja secara profesional hingga fakta yang sebenarnya terungkap,” ujarnya dalam surat edaran, Sabtu (14/3).

Baca Juga: Manchester City Tersandung di Kandang West Ham, Arsenal Kian Dekat Juara Liga Inggris

Agus juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. 

“Mohon untuk tidak menyebarkan spekulasi, asumsi, atau konten visual (foto/video) yang belum terverifikasi demi menjaga perasaan keluarga besar almarhum,” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap siswa yang terdampak secara emosional, pihak sekolah menyiapkan layanan bimbingan konseling. 

Baca Juga: Pesan Kapolri pada Pemudik di Jawa Timur, Manfaatkan Pos yang Disediakan Kepolisian

Agus menekankan agar solidaritas ditunjukkan dengan cara positif, seperti mendoakan almarhum, bukan dengan aksi balasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun nama baik sekolah.

Selain itu, sekolah mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di luar rumah, terutama selama masa libur panjang Idul Fitri. 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Asep Yudi, membenarkan adanya korban jiwa. 

"Berdasarkan informasi bahwa malam ada kejadian yang mengakibatkan meninggal, seorang remaja, ternyata salah seorang siswa diduga anak SMAN 5, setelah dikonfirmasi benar," kata Asep dikonfirmasi wartawan, Sabtu (14/3).

Asep belum dapat memberikan informasi lengkap terkait kronologi kejadian. Menurutnya, perkara tersebut sudah dalam penanganan sepenuhnya oleh pihak kepolisian.

"Cuman kaitan kronologis apakah itu tawuran, atau lain sebagainya itu masih didalami oleh pihak kepolisian," ungkapnya.

Baca Juga: Kasus Emas Ilegal Rp 25,9 Triliun, Bos Toko Emas Semar Terancam Jeratan Pencucian Uang

Menurut Asep, korban dalam kejadian ini diketahui masih duduk di bangku kelas 11.

"Tapi intinya setalah kami mengonfirmasi ke sekolah bahwa betul bahwa ada anak siswa SMAN 5 yang meninggal di daerah Cihampelas. Cuman untuk pemicu dari faktor tersebut masih didalami oleh pihak kepolisian," tambahnya.

Kapolsek Ciblong, Kompol Riki Erikson, menambahkan bahwa dugaan awal bentrokan melibatkan siswa SMAN 5 dan SMAN 2 Bandung. “Betul dugaan awal perselisihan hingga berujung penganiayaan,” ujarnya.

Baca Juga: Sahur Run, Tren Lari Tengah Malam yang Semarakkan Ramadan

Peristiwa ini viral di media sosial, dengan video yang memperlihatkan suasana ricuh di Jalan Cihampelas. 

Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah pemuda dan sebuah motor tergeletak di dekat jasad korban. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#SMAN 5 Bandung #cihampelas #pengeroyokan #pelajar tewas #bandung