RADAR SURABAYA - Selama bulan Ramadan, seperti tak henti-hentinya insiden ledakan petasan terjadi. Terbaru, ledakan yang diduga dari bahan petasan terjadi di kawasan Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Selasa (10/3) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan tiga orang luka-luka, termasuk seorang balita berusia lima tahun.
Menurut keterangan PS Kasi Humas Polresta Yogyakarta Ipda Anton Budi Susilo, ledakan terjadi di sebuah rumah di MJ 2/778 RT 39/RW 11.
“Telah terjadi ledakan yang disebabkan oleh obat petasan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (11/3).
Korban masing-masing berinisial IM, 5, DA, 18, dan YG, 18, seluruhnya warga Suryodiningratan.
Seorang saksi menyebut ketiga korban berada di dalam rumah sebelum tiba-tiba terdengar suara ledakan keras. Saat saksi mendatangi lokasi, ketiganya sudah mengalami luka bakar.
Ketiga korban segera dibawa ke RS Wirosaban Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, mereka masih menjalani perawatan intensif. Polisi bersama Tim Inafis Polresta Yogyakarta telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti ledakan.
Berdasarkan catatan Polresta Yogyakarta, insiden ledakan akibat bahan petasan meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Tahun 2025 tercatat 12 kasus ledakan petasan di DIY, dengan korban luka mencapai 27 orang.
Mayoritas kasus terjadi di permukiman padat penduduk, dengan korban didominasi anak-anak dan remaja.
Hingga kini, polisi belum menemukan barang bukti yang dapat memastikan jenis bahan peledak yang digunakan.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polsek Mantrijeron dan Polresta Yogyakarta. Ipda Anton menegaskan,
“Kami masih mendalami kasus ini dan belum ada barang bukti yang diamankan. Masyarakat diimbau untuk tidak membuat atau menyimpan bahan peledak ilegal karena berbahaya bagi keselamatan,” tegas Anton. (cnn/nur)
Editor : Nurista Purnamasari