Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Prediksi BMKG: Musim Kemarau di Jawa Timur Mulai April, Sebagian Menyusul Bulan Mei 2026

Lambertus Hurek • Senin, 9 Maret 2026 | 09:05 WIB

Ilustrasi hujan di kawasan pesisir. (AI)
Ilustrasi hujan di kawasan pesisir. (AI)

RADAR SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini diperkirakan terjadi di hampir separuh wilayah tanah air dengan puncak musim kemarau berlangsung pada Agustus 2026. Selain datang lebih cepat, musim kemarau tahun ini juga diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, prediksi tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat agar mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini. Persiapan diperlukan untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul, terutama terkait ketersediaan air, sektor pertanian, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan.

Di Jawa Timur, musim kemarau diperkirakan mulai terasa sejak April hingga Mei 2026. Sejumlah wilayah di provinsi ini termasuk dalam zona yang akan lebih awal memasuki periode kering. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi secara bertahap, dimulai dari wilayah pesisir hingga sebagian daerah pedalaman.

BMKG mencatat sebagian wilayah Jawa Timur akan mulai memasuki awal musim kemarau pada Mei 2026. Wilayah lain diperkirakan menyusul pada Juni 2026. Dengan pola ini, periode kering di Jawa Timur berpotensi berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian khusus bagi sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Penyesuaian jadwal tanam dan pengelolaan irigasi dinilai penting agar produksi pertanian tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.

Selain sektor pertanian, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan di sejumlah daerah yang memiliki sumber air terbatas. BMKG juga mengingatkan risiko kebakaran hutan dan lahan dapat meningkat ketika periode kering berlangsung lebih lama.

BMKG mendorong pemerintah daerah di Jawa Timur untuk menyiapkan langkah mitigasi sejak awal, termasuk pengelolaan sumber daya air, pemantauan daerah rawan kekeringan, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.

Dengan adanya prakiraan ini, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan aktivitasnya dan lebih bijak dalam penggunaan air. BMKG juga akan terus memperbarui informasi iklim secara berkala sebagai acuan bagi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau 2026. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#BMKG #musim kemarau 2026 #awal kemarau #awal musim kemarau #prediksi musim kemarau