RADAR SURABAYA - Jumlah korban longsornya gunungan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3), bertambah menjadi empat orang.
Peristiwa tersebut membuat sejumlah truk serta warung di sekitar lokasi tertimbun. Peristiwa ini menyoroti rapuhnya sistem pengelolaan sampah perkotaan yang menampung ribuan ton limbah setiap hari dari Jakarta dan sekitarnya.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, mengonfirmasi jumlah korban tewas mencapai empat orang.
“Sampai saat ini korban yang ditemukan meninggal dunia ada empat orang. Mereka merupakan pengemudi kendaraan yang tertimbun di dekat truknya,” ujarnya di lokasi.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, sebelumnya menyebut tiga korban tewas telah teridentifikasi, yakni Enda Widayanti, 25, dan Sumine, 60, pemilik warung, serta Dedi Sutrisno, sopir truk.
Dantim Unit Siaga SAR Bekasi, MC Ryan, menambahkan bahwa jumlah korban diduga masih lebih banyak.
“Ada sekitar 10 orang yang masih tertimbun, terdiri dari lima sopir truk dan lima warga sekitar,” ungkapnya dalam program TV.
Evakuasi korban dilakukan oleh tim gabungan SAR, BPBD Kota Bekasi, dan BPBD DKI Jakarta dengan dukungan 20 alat berat dan 100 personel.
Ryan menyebutkan bahwa genangan air di sekitar lokasi sempat menghambat, namun tidak menghentikan proses pencarian.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan longsoran sampah masuk ke Kali Asem, menutup aliran air dan membuat jalanan sekitar tergenang. Salah satu truk bahkan nyaris terjun ke kali akibat tertimpa material longsoran.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, membenarkan peristiwa tersebut namun belum bisa memastikan penyebab.
“Benar, dan saat ini sedang dalam penanganan sehingga belum bisa banyak memberikan informasi detail,” katanya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan DLH Provinsi DKI Jakarta masih berlangsung untuk memastikan langkah penanganan darurat.
Dengan kapasitas TPST yang terus menumpuk hingga puluhan meter, risiko longsor semakin nyata. Pemerintah daerah dan pusat dituntut segera melakukan reformasi sistem pengelolaan sampah agar kejadian serupa tidak kembali menelan korban jiwa. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari