Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengapa Lailatul Qadr Dirahasiakan? Ini Hikmah Besar di Balik Malam Paling Mulia di Ramadan

Rahmat Adhy Kurniawan • Sabtu, 7 Maret 2026 | 13:01 WIB

Photo
Photo

RADAR SURABAYA - Ramadan selalu menghadirkan suasana spiritual yang berbeda bagi umat Islam.
Di antara malam-malam dalam bulan suci tersebut, terdapat satu malam yang memiliki keistimewaan luar biasa, yaitu Lailatul Qadr.

Malam ini dikenal sebagai malam kemuliaan, tetapi sekaligus menjadi malam yang penuh misteri karena waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah Swt.

Keagungan malam ini bahkan ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an. Namun menariknya, Al-Qur’an tidak serta-merta menjelaskan secara langsung tentang Lailatul Qadr, melainkan terlebih dahulu memperkenalkannya melalui pertanyaan retoris.

Allah berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 2:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” (QS. Al-Qadr [97]: 2).

Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadr merupakan sesuatu yang sangat agung dan melampaui pemahaman manusia biasa.

Dengan cara tersebut, Al-Qur’an menegaskan bahwa malam ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa.

Lebih Baik dari Seribu Bulan

Keistimewaan Lailatul Qadr kemudian dijelaskan pada ayat berikutnya:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr [97]: 3).

Seribu bulan setara dengan lebih dari 83 tahun, bahkan lebih panjang dari rata-rata usia manusia. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut nilainya lebih baik daripada ibadah selama puluhan tahun.

Karena itu, umat Islam sepanjang sejarah berlomba-lomba menghidupkan malam tersebut dengan berbagai amalan, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, zikir, serta memperbanyak doa.

Mengapa Lailatul Qadr Dirahasiakan?

Meskipun memiliki kemuliaan yang luar biasa, Al-Qur’an tidak pernah menyebutkan secara pasti kapan Lailatul Qadr terjadi. Kerahasiaan ini bukan tanpa hikmah.

Justru karena waktunya tidak diketahui secara pasti, umat Islam terdorong untuk meningkatkan ibadah pada banyak malam di bulan Ramadan, terutama pada sepuluh malam terakhir.

Rasulullah saw. juga tidak menetapkan satu tanggal tertentu. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra., Nabi memberikan petunjuk umum tentang waktu pencarian malam tersebut.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Al-Bukhari).

Hadis ini memberikan petunjuk bahwa Lailatul Qadr kemungkinan besar berada pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Namun, Nabi tetap tidak menyebutkan secara pasti malam keberapa.

Petunjuk dari Para Sahabat

Dalam riwayat lain, Ibnu Umar ra. menceritakan bahwa beberapa sahabat Nabi pernah bermimpi melihat Lailatul Qadr pada tujuh malam terakhir Ramadan. Rasulullah saw. kemudian memberikan penegasan mengenai hal tersebut.

Beliau bersabda:

“Aku melihat mimpi kalian bertepatan pada tujuh malam terakhir. Maka barang siapa ingin mencarinya, hendaklah ia mencarinya pada tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim).

Riwayat lain juga menyebutkan bahwa Rasulullah saw. menganjurkan umat Islam untuk menantikan Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir, atau bahkan pada sembilan malam terakhir Ramadan.

Dari berbagai hadis tersebut terlihat bahwa Nabi tidak menetapkan satu tanggal tertentu. Yang diberikan hanyalah rentang waktu pencarian.

Hikmah Spiritual di Balik Kerahasiaannya

Kerahasiaan waktu Lailatul Qadr justru mengandung hikmah spiritual yang besar. Seandainya malam tersebut diketahui secara pasti, bisa jadi banyak orang hanya akan beribadah pada satu malam saja.

Dengan dirahasiakannya malam tersebut, umat Islam terdorong untuk menghidupkan lebih banyak malam dengan ibadah, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Hal inilah yang menjadikan sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai periode paling intens dalam ibadah bagi umat Islam.

Referensi:

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Fatwa Tarjih tentang Malam Lailatul Qadr, Majalah Suara Muhammadiyah, Nomor 17 Tahun 2003.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#malam lailatul qadr #Seribu Bulan #rahasia #ramadan