RADAR SURABAYA – Pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia U-20 di Kota Pahlawan ternyata menyimpan misi besar yang menjadi fondasi masa depan sepak bola nasional. Pelatih Nova Arianto mengusung tugas khusus dari pelatih tim senior, John Herdman, untuk menyeragamkan filosofi permainan di seluruh kelompok umur.
TC yang digelar di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, sejak Kamis (5/3) malam ini bukan sekadar agenda seleksi pemain. Nova Arianto mendapat mandat langsung untuk memastikan Timnas U-20 memiliki gaya bermain yang selaras dengan tim senior, bahkan hingga level U-17 dan U-23.
"Kami ingin melihat kondisi pemain, baik pemain baru maupun beberapa pemain yang dari Piala Dunia U-17. Akan tetapi, fokus kami dalam minggu ini adalah bagaimana kami menyeragamkan game plan atau filosofi yang akan dibuat di timnas senior," ungkap Nova kepada awak media di sela-sela latihan malam.
Stadion Bersejarah Jadi Saksi Persiapan Garuda Muda
Skuad Garuda Muda yang diperkuat 25 pemain menjalani latihan intensif selama tiga hari berturut-turut di Stadion Gelora 10 November. Menariknya, mayoritas pemain tetap menunjukkan komitmen tinggi meski tengah menjalani ibadah puasa Ramadan.
Persiapan ini ditujukan untuk menghadapi dua turnamen bergengsi: AFF U-20 2026 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Nova mengaku telah mendapatkan pengarahan khusus dari John Herdman sebelum memulai pemusatan latihan.
"Dari 28 pemain yang dipanggil, saat ini baru 25 yang bergabung. Masih ada tiga pemain Persebaya, Ji Da Bin, Welber, dan Amar Rayhan Brkic yang belum datang," jelas mantan bek Timnas Indonesia tersebut.
Filosofi Seragam, Formasi Fleksibel
Nova Arianto menegaskan bahwa penyeragaman filosofi tidak berarti memaksakan skema permainan yang kaku. Justru, fleksibilitas menjadi kata kunci dalam implementasinya di lapangan.
"Secara filosofi akan kami samakan, tetapi secara formasi, Coach John sampaikan sangat fleksibel karena sangat adaptif dengan lawan yang dihadapi," terang Nova.
"Tetapi secara game plan, bagaimana kami menyerang, atau bagaimana kami bertahan, itu menjadi fokus selama TC U-20. Filosofi apa yang akan dibuat oleh tim nasional," sambung pelatih asal Semarang itu.
Pendekatan ini memungkinkan Timnas Indonesia memiliki identitas permainan yang konsisten di semua level, namun tetap adaptif terhadap karakteristik lawan yang dihadapi.
Tak Ada Jaminan untuk Eks Skuad Piala Dunia U-17
Meski memanggil sejumlah pemain jebolan Piala Dunia U-17 seperti Dimas Adi Prasetyo, Evandra Florasta, Fabio Azka Irawan, Algazani Dwi Sugandi, dan I Putu Panji Apriawan, Nova menegaskan akan bersikap adil. Siapa pun yang mampu mengimplementasikan taktik dengan baik akan mendapatkan kesempatan membela Garuda Nusantara.
Pelatih 44 tahun itu mengakui adanya perbedaan signifikan antara pemain debutan dan eks Timnas U-17, terutama dari aspek mental bertanding.
"Pastinya secara level berbeda, walaupun berbeda satu tahun. Akan tetapi, saya lihat pemain-pemain dari U-17 secara mental, secara pengalaman dalam pertandingan internasional sangat berbeda," ujarnya.
"Secara mental dalam menghadapi pertandingan internasional itu yang mereka sangat butuhkan dan itu yang masih saya lihat dari mereka. Secara fisik sama, tetapi mungkin pemikiran dalam mengambil keputusan," jelas Nova.
Daftar 28 Pemain TC Timnas U-20 Indonesia
Kiper:
Dafa Al Gazemi Setiawarman (Dewa United)
Rendi Razzaqu (Madura United)
Fasya Nur Fauzi (Persib Bandung)
Erdeva Aulia (Persis Solo)
Belakang:
I Putu Panji Apriawan (Bali United)
Muhammad Rafa Raditya Abdurahman (Pekanbaru FC)
Algazani Dwi Sugandi (Adhyaksa Farmel)
Ahmad Showwam Ilham (Bhayangkara Presisi Lampung FC)
Radityo Raharjo (Persija Jakarta)
Muhamad Ibra Ardiansyah Ohorella (Persija Jakarta)
Ergun Firlansyah Arif (Persikutim Kutai Timur)
Ghifari Azhari (Semen Padang)
Fabio Azka Irawan (Persija Jakarta)
Fadly Alberto Hengga (Bhayangkara Presisi Lampung FC)
Pahri Almuzaki (ASIOP)
Tengah:
Isfandyar Abdillah (Persiba Balikpapan)
Kevin Muhamad Islami Pasha (Persib Bandung)
Evandra Florasta (Bhayangkara Presisi Lampung FC)
Aleandro Alam Maulana (Persebaya Surabaya)
Mochamad Ichsas Baihaqi (Persebaya Surabaya)
Nazriel Alvaro (Persib Bandung)
Theodore Evan Leeming (Persija Jakarta)
Dimas Wicaksono Putra Rahman (Persebaya Surabaya)
Irpan Abadi Siregar (Persija Jakarta)
Reno Salampessy (Persipura Jayapura)
Ahmad Mujadid (Persija Jakarta)
Depan:
Dika Adi Nurdiansyah (Borneo FC)
Dimas Adi Prasetyo (PSM Makassar)
Dengan misi terselubung ini, TC Timnas U-20 di Surabaya menjadi momentum penting dalam membangun fondasi sepak bola Indonesia yang memiliki identitas jelas dan berkelanjutan dari level junior hingga senior.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan