Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kemenhaj Minta Penundaan! 2.100 Jemaah Umrah Jatim Diminta Reschedule Keberangkatan di Tengah Konflik Israel–Iran

Rahmat Sudrajat • Selasa, 3 Maret 2026 | 20:06 WIB

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim, Mohammad As’adul Anam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim, Mohammad As’adul Anam.

RADAR SURABAYA – Sebanyak 2.100 jemaah umrah asal Jawa Timur dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci di tengah situasi Timur Tengah yang belum kondusif akibat konflik antara Israel dan Iran.

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur pun mengimbau jemaah dan biro perjalanan untuk melakukan penjadwalan ulang (reschedule) keberangkatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim, Mohammad As’adul Anam, memastikan seluruh jemaah umrah asal Jawa Timur yang saat ini berada di Arab Saudi dalam kondisi aman.

Hingga data terakhir, tercatat sekitar 9.400 jemaah masih berada di Tanah Suci, baik untuk melaksanakan ibadah maupun dalam proses kepulangan ke Indonesia.

“Data sementara sekitar 9.400 jemaah umrah dari Jatim. Namun, angka ini terus bergerak karena sebagian sudah kembali ke Tanah Air,” ujar Anam, Selasa (3/3).

Jemaah Tidak Tertahan, Penerbangan Masih Beroperasi

Anam menjelaskan, sejauh ini tidak ada laporan jemaah tertahan akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Penerbangan langsung maupun transit dari dan menuju Arab Saudi masih beroperasi normal, meskipun maskapai tetap melakukan evaluasi situasional.

“Jemaah masih bisa pulang karena penerbangan direct maupun transit tetap berjalan. Namun, tentu ada pertimbangan dari pihak maskapai terkait kondisi keamanan,” katanya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah maskapai penerbangan serta biro travel umrah guna memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan jemaah.

Kemenhaj Imbau Reschedule Keberangkatan

Meski operasional umrah di Arab Saudi tidak ditutup dan kegiatan ibadah tetap berjalan normal, Kemenhaj Jatim meminta agar keberangkatan dari Indonesia untuk sementara dijadwalkan ulang.

“Keberangkatan dari Indonesia ke Arab Saudi saat ini kami imbau untuk reschedule karena mempertimbangkan situasi yang belum kondusif. Namun, pelaksanaan umrah di sana tetap berjalan,” tegas Anam.

Imbauan tersebut telah disampaikan kepada biro perjalanan melalui kanal komunikasi resmi, termasuk grup WhatsApp. Pertimbangan utama penundaan adalah faktor keselamatan, keamanan, dan kenyamanan jemaah.

Dari sekitar 2.100 jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat, jumlah pasti yang telah melakukan reschedule masih dalam proses

pendataan karena memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).

Jemaah dan Keluarga Diminta Tetap Tenang

Kemenhaj juga mengimbau jemaah yang sudah berada di Arab Saudi agar tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Jemaah disarankan untuk terus berkoordinasi dengan ketua rombongan serta mengikuti grup informasi resmi bila diperlukan.

Sementara itu, keluarga jemaah di Tanah Air diminta tidak panik. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Kantor Urusan Haji di Arab Saudi terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah secara intensif.

Dengan kondisi geopolitik yang masih dinamis, keputusan reschedule umrah diharapkan menjadi langkah preventif demi menjaga keselamatan jemaah asal Jawa Timur hingga situasi benar-benar dinyatakan aman dan kondusif.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Israel #iran #Kemenhaj #umrah #arab saudi