Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Umrah Terdampak Konflik Israel-Iran, 58 Ribu Jemaah RI Masih Tertahan

Nurista Purnamasari • Minggu, 1 Maret 2026 | 13:06 WIB

58.873 jemaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi karena terganggunya penerbangan akibat konflik Israel-Iran.
58.873 jemaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi karena terganggunya penerbangan akibat konflik Israel-Iran.

RADAR SURABAYA - Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah mulai menimbulkan dampak nyata bagi pelaksanaan ibadah umrah jemaah asal Indonesia.

Sejumlah maskapai dilaporkan harus mengubah rute penerbangan bahkan menunda jadwal keberangkatan dari dan menuju Arab Saudi demi alasan keamanan.

Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian jadwal bagi puluhan ribu jemaah, baik yang kini berada di tanah suci maupun yang masih menunggu keberangkatan di tanah air.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Pemerintah memastikan seluruh jemaah tersebut dalam pantauan ketat.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan monitoring intensif terhadap dinamika situasi regional.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/2).

Puji menekankan bahwa keselamatan warga negara Indonesia menjadi prioritas utama. Kemenhaj kini menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh untuk memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga meminta keluarga jemaah di Indonesia agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.

Setiap kebijakan terkait jadwal kepulangan maupun penyesuaian keberangkatan akan disampaikan melalui saluran resmi PPIU atau biro travel masing-masing.

Hingga kini, situasi jemaah di Arab Saudi dilaporkan masih kondusif meski jadwal penerbangan mengalami perubahan akibat penutupan atau pengalihan wilayah udara di zona konflik.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah antisipasi terus dilakukan agar ibadah umrah tetap berjalan aman di tengah eskalasi konflik regional. (cnn/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#jemaah umrah #Israel #iran #Konflik Israel dan Iran #umrah #arab saudi