RADAR SURABAYA - Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh kasus dugaan kekerasan yang dilakukan guru terhadap murid. Seorang siswi berinisial SMN, 16, di salah satu SMA negeri di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), pingsan setelah diduga dipukul dan dibanting oleh guru Biologi, Vince Aplugi, saat ujian berlangsung pada Selasa (24/2) sekitar pukul 12.00 Wita.
Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Rachmat Hidayat, menjelaskan insiden bermula ketika SMN bersama teman-temannya tidak mampu menggambar neuron atau sel saraf sesuai soal ujian Biologi.
“Terlapor menganiaya korban dengan menggunakan botol berisi air mineral, menarik rambut, dan membanting korban di kursi hingga pingsan. Korban merasa sakit di bagian kepala dan pusing,” ujar Rachmat kepada wartawan, Rabu (25/2).
Setelah dipukul, Vince memberikan botol tersebut kepada SMN. Siswi itu kemudian membuangnya ke tempat sampah.
Mendengar bunyi botol, Vince menanyakan siapa yang membuang, dan SMN mengaku. Guru tersebut lantas menghampiri, menjambak rambut, lalu membanting korban hingga pingsan.
Usai kejadian, SMN langsung mendatangi Polres Belu untuk membuat laporan resmi. Polisi kemudian melakukan visum terhadap korban guna memastikan kondisi medisnya.
“Korban belum kami periksa karena belum bisa memberikan keterangan. Rencananya Senin akan dilakukan pemeriksaan,” jelas mantan Kapolsek Kota Lama, Polresta Kupang Kota ini.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan masyarakat, terutama karena terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa.
Aktivis pendidikan di NTT menilai insiden ini mencerminkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap praktik pembelajaran dan perlindungan hak anak di sekolah.
Kasus dugaan penganiayaan siswi SMA oleh guru Biologi di Belu kini menjadi sorotan publik. Polisi memastikan laporan sudah diterima dan proses penyelidikan sedang berjalan. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari