Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Viral! Kecelakaan Kerja di Pelabuhan Ciwandan Banten, Sopir Truk Tewas Tertimpa Balok Baja

Nurista Purnamasari • Rabu, 25 Februari 2026 | 11:09 WIB

 

Tangkapan layar video yang menunjukkan detik-detik balok baja menimpa sopir truk di Pelabuhan Ciwandan, Banten.
Tangkapan layar video yang menunjukkan detik-detik balok baja menimpa sopir truk di Pelabuhan Ciwandan, Banten.

RADAR SURABAYA - Kecelakaan kerja fatal di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, menjadi sorotan publik setelah rekaman video detik-detik insiden viral di media sosial.

Dalam tayangan yang beredar, terlihat sebuah truk Fuso berwarna hijau menghantam balok baja panjang yang sedang dimuat oleh forklift. Benturan keras membuat kabin truk ringsek dan sopir terjebak di dalam kendaraan.

Peristiwa nahas itu terjadi di Dermaga 5A Pelabuhan Ciwandan pada Selasa (24/2) sekitar pukul 09.30 WIB.

Insiden melibatkan truk logistik milik armada Ratu Melati dan forklift yang dioperasikan oleh Perusahaan Bongkar Muat (PBM) PT Galuh Bandar Samudra.

General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut korban adalah sopir truk berinisial A, 27.

“Insiden ini mengakibatkan satu orang pengemudi truk meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Setelah kejadian, tim keamanan pelabuhan segera mengamankan lokasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) keadaan darurat.

Korban sempat dievakuasi ke klinik untuk observasi awal, lalu dirujuk ke RS Krakatau Medika. Namun, nyawanya tidak tertolong.

“Perkembangan terakhir korban telah dinyatakan meninggal dunia saat penanganan di RS Krakatau Medika,” jelas Benny.

Ambulans dan tim medis gabungan juga disiagakan untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat.

Pelindo Banten menegaskan sikap kooperatif dalam mendukung proses investigasi kepolisian. Koordinasi juga dilakukan dengan pengurus armada truk Ratu Melati dan PBM PT Galuh Bandar Samudra.

“Seluruh operasional alat berat dan armada truk dalam kejadian ini dikelola oleh mitra pengguna jasa. Meski begitu, kami langsung mengambil langkah cepat sesuai SOP darurat,” tambah Benny.

Pelindo juga berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur bongkar muat, termasuk pelatihan ulang operator forklift dan pengemudi truk.

Insiden ini menambah daftar kecelakaan kerja di sektor logistik pelabuhan yang menuntut perhatian serius. Aktivitas bongkar muat baja dan material berat memiliki risiko tinggi, sehingga penerapan standar K3 harus lebih ketat. (kmp/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#kecelakaan #kecelakaan kerja #tertimpa balok baja #pelabuhan ciwandan #Banten