Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bripda Dirja Pratama, Bintara yang Tewas Diduga Dianiaya Senior di Aspol Polda Sulsel

Nurista Purnamasari • Senin, 23 Februari 2026 | 08:37 WIB

Bripda Dirja Pratama, meninggal di Asrama Polisi Polda Sulsel diduga dianiaya seniornya.
Bripda Dirja Pratama, meninggal di Asrama Polisi Polda Sulsel diduga dianiaya seniornya.

RADAR SURABAYA - Kasus kematian seorang anggota Polri muda kembali mencuat dan memicu sorotan publik. Bripda Dirja Pratama, 19, bintara muda asal Kabupaten Pinrang yang baru setahun bertugas di Direktorat Samapta Polda Sulsel, ditemukan tewas di Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar. Kematian korban diduga akibat penganiayaan oleh seniornya.

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendi, menyampaikan pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban.

“Kita belum bisa pastikan, korban pengeroyokan atau bukan. Yang pasti kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang termasuk rekan atau lichtingnya dan seniornya. Mungkin bertambah lagi nanti,” ujarnya, Minggu (22/2).

Peristiwa ini terungkap setelah korban mengeluh sakit usai salat subuh. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Daya, namun nyawanya tidak tertolong.

Awalnya keluarga dikabari korban sakit, tetapi saat tiba di rumah sakit mereka menemukan kejanggalan, tubuh korban penuh memar dan mulutnya berdarah.

Merasa tidak puas, keluarga membawa jenazah ke RS Bhayangkara untuk visum. Zulham menegaskan pemeriksaan dilakukan secara profesional.

“Makanya untuk membuktikan itu, kita bawa ke RS Bhayangkara. Saya sudah sampaikan ke Kabid Dokkes Polda Sulsel, silakan diperiksa dengan benar, jangan ada yang ditutup-tutupi kalau memang ada kekerasan,” tegasnya.

Ia menambahkan, jenazah akan menjalani visum luar maupun dalam, termasuk autopsi jika keluarga mengizinkan.

“Pasti semua prosedur penanganan terkait kejadian ini akan kita tangani secara profesional,” kata Zulham.

Kematian Bripda Dirja Pratama memicu perhatian luas. Aktivis Pemerhati Hukum dan HAM Sulsel, Rahmat Hidayat, menilai kasus ini harus menjadi catatan serius bagi Tim Reformasi Polri.

“Jika dugaan kekerasan terbukti, hal ini mencederai prinsip profesionalitas dan pembinaan di tubuh kepolisian. Pemerintah mesti mencatat serius peristiwa ini, terutama terkait pengawasan internal di Polda Sulsel,” ujarnya.

Jenazah Bripda Dirja Pratama saat ini masih dalam proses pemeriksaan di RS Bhayangkara sebelum dibawa ke rumah duka di Pinrang.

Propam Polda Sulsel berjanji akan mengungkap kasus ini secara tuntas jika ditemukan indikasi kekerasan, demi menegakkan aturan dan menjaga integritas institusi kepolisian. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#sulsel #polda sulsel #polisi dianiaya #dianiaya senior #makassar #polisi tewas