Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tragis! Bocah di Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Hasil Autopsi Ungkap Luka Bakar dan Paru-Paru Bengkak

Nurista Purnamasari • Sabtu, 21 Februari 2026 | 08:03 WIB

 

Kondisi NS saat masih hidup dan dibawa ke rumah sakit, tubuhnya penuh luka dan melepuh.
Kondisi NS saat masih hidup dan dibawa ke rumah sakit, tubuhnya penuh luka dan melepuh.

RADAR SURABAYA - Tragedi memilukan menimpa NS, 12, pelajar SMP asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Ia meninggal dunia dengan kondisi kulit melepuh di sekujur tubuh, diduga kuat akibat kekerasan oleh ibu tirinya.

Ayah kandung korban, Anwar Satibi, 38, kini menempuh jalur hukum dan mendorong autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian putra sulungnya.

“Saya tidak bisa menuduh sembarangan. Makanya saya ingin autopsi supaya jelas. Jika terbukti (pidana), saya ingin ada efek jera,” tegas Anwar saat ditemui di RS Bhayangkara Setukpa Polri, Jumat (20/2).

Kronologi Kejadian

Tragedi bermula saat Anwar sedang bekerja di Kota Sukabumi selama dua hari. Pada malam pertama Ramadan, Rabu (19/2), ia mendapat telepon dari istrinya yang mengabarkan NS sakit parah. Saat tiba di rumah, Anwar terkejut melihat kondisi anaknya yang mengalami luka melepuh di kulit.

Keesokan paginya, NS dibawa ke RSUD Jampang Kulon. Di ruang IGD, korban sempat memberikan pengakuan mengejutkan kepada ayah dan kakek angkatnya. “Ditanyalah ini anak, ya ngaku, dikasih minum air panas,” ungkap Anwar.

Ayah kandung korban, Anwar Satibi membawa kasus kematian anaknya ke jalur hukum.
Ayah kandung korban, Anwar Satibi membawa kasus kematian anaknya ke jalur hukum.

Pengakuan itu juga dibenarkan oleh Isep, kerabat keluarga yang sempat merekam pernyataan NS. “Dia menjelaskan bahwa itu dilakukan oleh mamanya. Saya tidak mengada-ada, itu ucapan almarhum,” tutur Isep.

Tak lama setelah pengakuan tersebut, kondisi NS memburuk. Ia dipindahkan ke ruang ICU dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.00 WIB, Kamis (20/2).

Hasil Autopsi dan Temuan Medis

Jenazah NS kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk autopsi selama tiga jam. Kombes Pol dr. Carles Siagian, Kepala Instalasi Forensik RS Bhayangkara, mengonfirmasi adanya luka bakar luas di tubuh korban.

“Ditemukan luka bakar di lengan, kaki kanan dan kiri, punggung, hingga area bibir dan hidung. Kami juga menemukan paru-parunya sedikit membengkak. Sampel organ jantung dan paru telah kami kirim ke laboratorium di Jakarta untuk uji toksikologi,” jelas dr. Carles.

Meski luka bakar cukup luas, dokter menyatakan secara teori luka tersebut tidak menyebabkan kematian seketika. Hal ini mendorong penyidik untuk memeriksa kemungkinan adanya zat asing atau racun dalam tubuh korban.

Riwayat Kekerasan Sebelumnya

Anwar mengungkap bahwa NS pernah menjadi korban kekerasan oleh ibu tirinya pada tahun 2025. Saat itu, ia melaporkan kejadian ke Unit PPA Polres Sukabumi, namun kasus berakhir damai setelah pelaku berjanji untuk bertaubat. “Sebetulnya laporan saya di polres belum dicabut,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari keluarga korban.

“Mohon waktu, kita masih menunggu hasil autopsi. Untuk penanganan, kita sudah menerima laporan dari keluarga almarhum NS,” ujarnya singkat.

Polres Sukabumi kini menunggu hasil laboratorium forensik untuk menentukan status hukum selanjutnya. Jika ditemukan unsur pidana, proses hukum akan dilanjutkan sesuai prosedur.

Tragedi NS menambah panjang daftar kekerasan terhadap anak-anak yang dilakukan oleh keluarganya sendiri. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#KDRT #autopsi #dianiaya ibu tiri #sukabumi #luka bakar #air panas #kekerasan