Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PSTI Jatim Fokus Pembinaan Berjenjang Atlet Sepak Takraw

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 16 Februari 2026 | 00:09 WIB
Photo
Photo

RADAR SURABAYA– Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Timur resmi dilantik pada Minggu (15/2) di Hotel Platinum, Surabaya.

Pelantikan ini menjadi titik awal penguatan pembinaan atlet sepak takraw secara berjenjang sekaligus pembentukan liga resmi yang kompetitif dan berkelanjutan di Jawa Timur.

Momentum ini dinilai krusial untuk mendongkrak prestasi sepak takraw Jatim agar kembali bersaing di level nasional hingga internasional.

Fokus Pembinaan Atlet Sejak Usia Dini

Ketua PB PSTI, Surianto, menegaskan Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan atlet sepak takraw. Ia meminta kepengurusan baru fokus pada pembinaan sejak usia dini hingga level senior.

“Saya berharap pembinaan atlet digalakkan mulai usia dini, remaja, hingga dewasa. Jawa Timur punya potensi besar dan harus mampu melahirkan atlet yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat regional maupun internasional,” ujarnya.

Strategi pembinaan berjenjang dinilai penting untuk menciptakan regenerasi atlet yang berkesinambungan. Dengan sistem yang terstruktur, proses seleksi dan peningkatan kualitas pemain bisa berjalan lebih terukur.

Dorong Liga Resmi dan Jam Terbang Atlet

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil, menekankan pentingnya kompetisi resmi dan sistem liga untuk meningkatkan kualitas atlet.

Menurutnya, frekuensi bertanding sangat berpengaruh terhadap kematangan mental dan psikologis atlet.

“Penguatan jam terbang melalui ajang resmi, baik nasional maupun internasional, sangat penting. Atlet yang sering bertanding akan lebih matang dan percaya diri,” jelas Nabil.

Ia menyebut Jawa Timur siap menggelar berbagai kejuaraan, mulai dari Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) hingga turnamen terbuka, sebagai bagian dari seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Sepak Takraw Cabang Olahraga Terukur

Nabil menilai sepak takraw merupakan cabang olahraga terukur dengan minim intervensi nonteknis. Hal itu membuat pembinaan prestasi dapat dilakukan secara objektif dan berbasis data.

“Sepak takraw relatif kecil intervensi nonteknisnya. Artinya, prestasi benar-benar ditentukan kualitas latihan dan kemampuan atlet,” tegasnya.

Ia berharap raihan medali Jawa Timur di ajang PON mendatang dapat meningkat setelah sebelumnya mengalami penurunan.

Luncurkan Buku Panduan Berbasis Sport Science

Dalam pelantikan tersebut, juga diluncurkan buku panduan pembinaan sepak takraw Jawa Timur. Buku ini akan menjadi pedoman bagi 29 pengurus cabang (pengcab) PSTI di kabupaten/kota.

Panduan tersebut memuat pendekatan sport science, mulai dari aspek fisik, postur tubuh, nutrisi, kesehatan, hingga pola latihan terukur.

“Pembinaan harus berbasis ilmu pengetahuan olahraga. Dengan panduan ini, arah pembinaan menjadi lebih jelas dan terstandar,” kata Nabil.

Target Jatim Jadi Barometer Nasional

Ketua Pengprov PSTI Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan komitmennya melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas pelatih, wasit, hingga sistem kompetisi berjenjang.

“Kami ingin menghadirkan semangat baru dan menjadikan Jawa Timur sebagai barometer sepak takraw nasional,” ujar Aries yang juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini.

Aries menekankan bahwa liga dan turnamen lokal akan menjadi fondasi penting menuju prestasi tingkat dunia.

Ia optimistis, dengan tata kelola yang profesional dan pembinaan berbasis sport science, sepak takraw Jatim mampu kembali berjaya.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Aries Agung Paewai #sepak takraw #PSTI #Jawa Timur