RADAR SURABAYA – Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 1-2 pada laga lanjutan Super League di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (14/2). Kekalahan ini mengakhiri rekor 13 pertandingan tak terkalahkan Green Force musim ini.
Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri, Persebaya sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola.
Namun efektivitas menjadi pembeda. Tim tamu tampil disiplin dan mampu memaksimalkan peluang yang didapat.
Babak Pertama: Bhayangkara Lebih Efektif
Sejak menit awal, anak asuh Bernardo Tavares mencoba mengambil inisiatif serangan melalui pergerakan Bruno Moreira di sisi sayap.
Akan tetapi, rapatnya lini belakang Bhayangkara membuat alur serangan Persebaya mudah dipatahkan.
Bhayangkara justru membuka keunggulan pada menit ke-26 melalui sundulan Henri Doumbia yang gagal diantisipasi kiper Andhika Ramadhani. Gol tersebut membuat tempo pertandingan meningkat.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Persebaya kembali kebobolan di masa injury time babak pertama. Pada menit ke-45+2, Moussa Sidibe
sukses memanfaatkan kelengahan lini pertahanan tuan rumah dan membawa Bhayangkara unggul 2-0 hingga turun minum.
Babak Kedua: Persebaya Bangkit, Tapi Terlambat
Memasuki babak kedua, Persebaya tampil lebih agresif. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan demi memperkecil ketertinggalan.
Hasilnya datang pada menit ke-64 melalui striker asal Montenegro, Mihailo Perovic, yang sukses mencetak gol dan mengubah skor menjadi 1-2.
Gol tersebut membakar semangat Green Force. Serangan demi serangan dibangun dari sisi sayap maupun tengah.
Namun, solidnya pertahanan Bhayangkara membuat peluang demi peluang gagal dikonversi menjadi gol penyeimbang.
Baca Juga: Balita 4 Tahun Disiksa Paman dan Bibi di Bangkingan Surabaya, Pelaku Diamankan
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-2 untuk kemenangan Bhayangkara.
Rekor Terhenti, Asa Empat Besar Tertunda
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Persebaya. Selain memutus tren positif 13 laga tanpa kekalahan, hasil ini juga membuat langkah mereka untuk menembus empat besar klasemen sementara Super League tertunda.
Pelatih Bernardo Tavares dipastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada lini pertahanan yang kerap kehilangan fokus dalam momen krusial.
Dengan kompetisi yang masih panjang, Persebaya dituntut segera bangkit agar tetap menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen musim ini.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan