RADAR SURABAYA – Laju impresif Paris Saint-Germain di kompetisi Ligue 1 akhirnya terhenti. Les Parisiens takluk 1-3 dari Stade Rennais F.C. pada pekan ke-22 di Roazhon Park, Sabtu dini hari WIB.
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri tujuh kemenangan beruntun PSG di Liga Prancis musim ini. Meski demikian, tim ibu kota masih bertahan di puncak klasemen sementara.
Jalannya Pertandingan Rennes vs PSG
Rennes tampil agresif sejak menit awal. Peluang pertama hadir melalui sepakan Esteban Lepaul yang membentur tiang gawang PSG.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-34. Tembakan jarak jauh Musa Al-Taamari gagal diantisipasi kiper PSG dan membawa tuan rumah unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Rennes semakin percaya diri. Pada menit ke-69, umpan Sebastian Szymanski sukses disundul Esteban Lepaul untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
PSG mencoba bangkit. Tiga menit berselang, Ousmane Dembele memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 setelah menerima umpan matang Achraf Hakimi.
Namun, upaya menyamakan skor gagal membuahkan hasil. Justru Rennes yang kembali mencetak gol pada menit ke-81 melalui Breel Embolo, memanfaatkan umpan Ludovic Vlas. Skor 3-1 bertahan hingga laga usai.
Statistik dan Dampak di Klasemen Ligue 1
Kekalahan ini tidak langsung menggusur PSG dari puncak klasemen. Mereka masih mengoleksi 51 poin dari 22 pertandingan.
Namun, posisi tersebut berpotensi terancam jika pesaing terdekat meraih kemenangan di pekan yang sama.
Di sisi lain, kemenangan penting ini mengangkat Rennes ke peringkat kelima dengan 34 poin. Mereka kini hanya terpaut lima angka dari zona empat besar, membuka peluang tampil di kompetisi Eropa musim depan.
Evaluasi untuk PSG
Hasil ini menjadi alarm bagi PSG yang sebelumnya tampil konsisten dalam beberapa pekan terakhir. Lini pertahanan yang lengah serta kurang efektifnya penyelesaian akhir menjadi catatan penting bagi tim asuhan mereka.
Sementara itu, Rennes menunjukkan efektivitas dan disiplin taktik yang solid sepanjang pertandingan. Performa ini mempertegas posisi mereka sebagai salah satu kuda hitam dalam persaingan papan atas Ligue 1 musim 2025/2026.
Dengan kompetisi yang masih menyisakan banyak laga, persaingan gelar juara Ligue 1 dipastikan semakin menarik dalam beberapa pekan ke depan.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan