Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

KBS Siap Lepasliarkan 5 Komodo ke Habitat Asli NTT, Populasi Tembus 80 Ekor!

Dimas Mahendra • Jumat, 13 Februari 2026 | 20:28 WIB
Komodo KBS akan dilepasliarkan ke habitatnya.
Komodo KBS akan dilepasliarkan ke habitatnya.

RADAR SURABAYA – Jumlah pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS) menembus angka 2,1 juta orang sepanjang 2025.

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS yang dalam dua tahun terakhir konsisten mencatat pertumbuhan kunjungan.

Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti, mengungkapkan bahwa tren kenaikan terjadi sejak 2024 hingga akhir 2025 dengan pertumbuhan sekitar 5–10 persen.

“Apabila dikomparasikan antara tahun 2024 hingga akhir 2025, kami memang mengalami peningkatan pengunjung kurang lebih 5–10 persen,” ujarnya, Jumat (13/2).

Pada 2024, total kunjungan tercatat sekitar 1.994.000 orang. Angka itu meningkat menjadi kurang lebih 2.101.000 pengunjung pada 2025 atau bertambah lebih dari 100 ribu orang dalam setahun.

Strategi Dongkrak Kunjungan: Wahana Baru dan Kelahiran Satwa

Lonjakan pengunjung KBS tidak lepas dari strategi pengembangan wahana dan peningkatan koleksi satwa. PDTS KBS menghadirkan wahana baru seperti gokart dan kereta hutan untuk memperkaya pengalaman wisata keluarga.

Di sisi lain, kabar gembira datang dari sektor pengembangbiakan satwa. Salah satu yang mencuri perhatian adalah pertumbuhan populasi kapibara yang tergolong cepat.

“Awalnya hanya sepasang, sekarang sudah berkembang menjadi sekitar delapan ekor. Kami terus mengupayakan regenerasi satwa agar koleksi tetap sehat dan berkelanjutan,” jelas Nurika.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya tarik kebun binatang sekaligus mendukung fungsi edukasi dan konservasi.

Restocking Komodo ke Pulau Komodo dan Flores

Tak hanya fokus pada wisata, PDTS KBS juga memperkuat komitmen konservasi. Saat ini, manajemen tengah menyiapkan rencana

pelepasliaran atau restocking komodo ke habitat aslinya di Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni di Pulau Komodo dan Pulau Flores.

“Kami memiliki beberapa komodo yang rencananya akan diusulkan untuk di-restocking ke habitat aslinya,” kata Nurika.

Baca Juga: Prediksi FA Cup: Hull City vs Chelsea, Misi Liam Rosenior Bungkam Mantan Klub

Pada tahap awal, sekitar empat hingga lima ekor komodo diusulkan untuk dilepasliarkan. Namun, proses tersebut masih melalui tahap identifikasi dan habituasi guna memastikan kesiapan satwa kembali ke alam liar.

“Kami identifikasi sex ratio-nya dan melakukan perawatan serta pembiasaan sebelum dilepas ke habitat yang benar-benar layak,” tambahnya.

KBS Jadi Salah Satu Pusat Pengembangbiakan Komodo

Saat ini, populasi komodo di KBS mencapai sekitar 80 ekor dengan komposisi mayoritas remaja hingga dewasa. Jumlah tersebut menjadikan KBS sebagai salah satu pusat pengembangbiakan komodo terbesar di Indonesia.

Untuk merealisasikan pelepasliaran, PDTS KBS telah mengajukan usulan resmi kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur agar diteruskan ke kementerian terkait.

“Kami sudah ajukan ke BKSDA Jawa Timur untuk diusulkan ke kementerian. Kemungkinan besar akan terealisasi karena komodo merupakan satwa prioritas nasional,” tegas Nurika.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#NTT #kbs #flores #kebun binatang surabaya #lepasliar #komodo #Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam