SURABAYA – Fenomena langka akan menghiasi langit pada 28 Februari mendatang. Tujuh planet di Tata Surya diprediksi tampak berderet dari sudut pandang Bumi dalam peristiwa yang dikenal sebagai parade planet.
Secara astronomis, parade planet terjadi ketika sejumlah planet terlihat berada di jalur ekliptika yang sama dari perspektif Bumi. Meski demikian, kondisi tersebut bukan berarti planet-planet benar-benar sejajar dalam satu garis lurus di ruang angkasa. Fenomena ini lebih merupakan efek visual yang membuatnya tampak berkumpul di satu sisi langit malam.
Pada 28 Februari, ketujuh planet diperkirakan terlihat saling berdekatan di langit barat sesaat setelah Matahari terbenam. Beberapa planet dapat diamati dengan mata telanjang, sementara lainnya memerlukan bantuan teropong atau teleskop.
Astronom menyebut kemunculan tujuh planet dalam satu rentang pandang merupakan peristiwa yang jarang terjadi. Semakin banyak planet yang tampak “sejajar”, semakin presisi pula posisi orbit yang dibutuhkan. Karena itu, momen seperti ini biasanya hanya terjadi sekali dalam beberapa dekade.
Waktu terbaik untuk menyaksikan fenomena tersebut sekitar 30 menit setelah Matahari terbenam. Pengamatan disarankan menghadap ke arah barat dengan kondisi langit terbuka, tidak terhalang bangunan atau pepohonan.
Lokasi minim polusi cahaya akan meningkatkan peluang melihat objek langit dengan lebih jelas. Masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi panduan astronomi untuk membantu mengidentifikasi posisi masing-masing planet saat parade berlangsung. (naa/fir)
Editor : M Firman Syah