RADAR SURABAYA - Warga Desa Sembulungan, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, meluapkan kekecewaan mereka terhadap proyek pembangunan jalan yang tak kunjung rampung dengan cara unik.
Material paving yang seharusnya digunakan untuk memperbaiki jalan justru disusun menjadi bangunan menyerupai candi. Aksi ini menjadi simbol protes sekaligus kreativitas warga dalam menyuarakan aspirasi mereka.
Sebanyak 13 bangunan berbentuk candi berdiri di sepanjang ruas jalan desa tersebut. Paving yang dibiarkan menumpuk selama berbulan-bulan dinilai menyebabkan penyempitan jalan dan mengganggu aktivitas warga, termasuk anak-anak yang setiap hari melintas di kawasan itu.
Alih-alih membiarkan material berserakan, warga memilih menata paving dengan gaya estetik sebagai bentuk sindiran terhadap proyek yang mangkrak.
Hari Susanto, salah satu warga Dusun Tempusari, mengatakan proyek pavingisasi jalan telah terhenti sekitar enam bulan.
“Sudah enam bulan paving ini cuma ditaruh. Jalannya jadi sempit, berkerikil, kalau hujan licin. Kami akhirnya menyusun paving ini jadi candi sebagai tanda protes,” ujarnya
Ketua RT setempat menambahkan bahwa aksi ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga cara warga menarik perhatian pemerintah.
“Kami ingin jalan segera diperbaiki. Anak-anak sering tergelincir saat hujan karena kondisi jalan licin. Dengan adanya candi paving ini, harapannya pemerintah lebih cepat merespons,” katanya.
Menurut catatan, proyek pavingisasi di Desa Sembulungan sudah direncanakan sejak 2025, namun hingga awal 2026 belum ada kejelasan kelanjutan.
Material paving yang menumpuk di pinggir jalan justru menjadi penghalang lalu lintas warga.
Aksi kreatif ini kemudian viral di media sosial dan menarik perhatian masyarakat luas.
Sejumlah anak bahkan menjadikan area candi paving sebagai tempat bermain, menjadikan lokasi itu ruang interaksi sekaligus tontonan unik.
Protes warga akhirnya berbuah manis. Setelah aksi ini ramai diberitakan, pemerintah daerah mulai melanjutkan pemasangan paving jalan pada 10 Februari 2026.
Warga pun dengan sukarela membongkar susunan candi paving agar proyek bisa segera dikerjakan.
Aksi kreatif warga Desa Sembulungan menyulap paving menjadi candi bukan hanya bentuk protes atas jalan rusak, tetapi juga simbol kreativitas masyarakat dalam menyuarakan aspirasi. (net/nur)