Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

KONI Jatim Dilantik, Atlet Jawa Timur Kembali Ditegaskan sebagai Tulang Punggung Nasional

Rahmat Adhy Kurniawan • Selasa, 10 Februari 2026 | 20:17 WIB

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Norman Marciano.
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Norman Marciano.

Marciano Norman Lantik Muhammad Nabil sebagai Ketua Umum KONI Jatim 2025–2029

RADAR SURABAYA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, secara resmi mengukuhkan dan melantik Muhammad Nabil sebagai Ketua Umum KONI Jawa Timur masa bakti 2025–2029 beserta jajaran pengurus.

Prosesi pelantikan digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/2/2026), dan disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam sambutannya, Marciano menegaskan posisi strategis Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama olahraga nasional.

Ia menyebut atlet-atlet binaan Jawa Timur telah menjadi tulang punggung Tim Nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.

“Atlet-atlet Jawa Timur adalah tulang punggung Tim Nasional Indonesia. Hal ini terbukti pada SEA Games Thailand 2025, di mana banyak atlet Jawa Timur menyumbangkan medali,” ujar Marciano Norman.

Dominasi Atlet Jatim di SEA Games Thailand 2025

Berdasarkan catatan SEA Games Thailand 2025, sebanyak 134 atlet Indonesia berasal dari Jawa Timur.

Para atlet tersebut menyumbangkan total 99 medali, terdiri atas 34 emas, 35 perak, dan 30 perunggu. Capaian itu setara dengan sekitar 34 persen dari total medali emas Indonesia.

Prestasi paling menonjol ditorehkan atlet triathlon Martina Ayu Pratiwi yang menjadi peraih medali terbanyak dengan koleksi tujuh medali, yakni lima emas dan dua perak.

Selain itu, Jawa Timur juga dikenal sebagai lumbung atlet kelas dunia, seperti Aldila Sutjiadi dan Christoper Rungkat.

Sejumlah legenda olahraga nasional pun lahir dari provinsi ini, di antaranya Alan Budikusuma, peraih emas Olimpiade Barcelona 1992, Rudy Hartono yang delapan kali menjuarai All England serta juara ekshibisi Olimpiade Munich 1972.

“Atlet-atlet yang menjadi juara pada multievent internasional, baik SEA Games, Asian Games, maupun Olimpiade, semuanya berasal dari proses pembinaan di daerah,” jelas Marciano.

Dorong Prestasi Lebih Tinggi

Marciano meminta kepengurusan baru KONI Jawa Timur mampu menjawab dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan prestasi yang lebih baik dibanding periode sebelumnya.

“Kepada Pak Nabil dan jajarannya, dukungan yang diberikan Ibu Gubernur, insyaallah harus dijawab dengan prestasi yang lebih baik dari periode sebelumnya,” katanya.

Ia menegaskan, KONI tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan harapan masyarakat Jawa Timur.

“KONI tidak akan mampu mewujudkan harapan masyarakat Jawa Timur tanpa sinergi seluruh pemangku kebijakan,” tegas Marciano.

Target Juara Multievent Nasional

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan prestasi olahraga.

“Sinergi ini menjadi penting. Tidak ada kesuksesan yang diraih sendirian,” ujar Khofifah.

Ia menargetkan KONI Jawa Timur mampu meraih posisi juara atau runner-up pada sejumlah multievent nasional mendatang, seperti PON Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara, PON Pantai 2026 di Ancol, hingga PON Indoor dan PON Remaja 2027.

Target puncak diarahkan pada PON XXII/2028 NTT–NTB yang berfokus pada cabang Olimpiade, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), cabang unggulan internasional, serta cabang pilihan tuan rumah.

Secara historis, Jawa Timur konsisten berada di papan atas PON. Pada PON XXI/2024 Aceh–Sumatra Utara, Jawa Timur finis di peringkat ketiga dengan 146 emas, 136 perak, dan 143 perunggu.

Sebelumnya, Jatim juga menempati posisi ketiga pada PON XX/2021 Papua dan PON Bela Diri I/2025 Kudus, serta pernah menjadi runner-up PON XIX/2016 Jawa Barat.

Nabil: Siap Bawa Prestasi Jatim ke Dunia

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi dengan seluruh pihak demi peningkatan prestasi olahraga.

“Kami berharap semua pihak dapat bersinergi,” ujar Nabil.

Ia mencontohkan keberhasilan Indonesia pada SEA Games Thailand 2025 saat negara hadir secara total dalam mendukung atlet.

“Ketika negara hadir secara total seperti pada SEA Games Thailand 2025, Indonesia mampu menempati peringkat kedua,” katanya.

Menurut Nabil, Jawa Timur menjadi penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Indonesia. Ia berharap capaian tersebut dapat terulang pada SEA Games berikutnya di Malaysia.

“Mudah-mudahan pada SEA Games berikutnya di Malaysia, Jawa Timur kembali menjadi penyumbang medali terbanyak,” tegasnya.

“Kita berdiri di sini dengan tekad membawa nama Indonesia. Bagi Jawa Timur, kita siap membawa prestasi ke tingkat dunia,” pungkas Nabil.(rak) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#marciano norman #Muhammad Nabil #atlet Jawa Timur #KONI Jatim #Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)