RADAR SURABAYA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan Siklon Tropis Mitchell terus mengalami penguatan di wilayah selatan Australia. Meski pusat siklon berada cukup jauh dari wilayah Indonesia, dampak tidak langsungnya tetap berpotensi dirasakan, khususnya di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).
BMKG menjelaskan, sistem siklon tropis tersebut memicu peningkatan kecepatan angin dan pembentukan gelombang laut yang lebih tinggi di sejumlah perairan selatan Indonesia. Salah satu dampak yang perlu diwaspadai adalah gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau masuk kategori moderate sea.
Sejumlah wilayah perairan yang berpotensi terdampak meliputi Laut Sawu bagian utara dan selatan, perairan selatan Kupang–Pulau Rote, perairan utara Kupang–Pulau Rote, Samudra Hindia selatan Kupang–Pulau Rote, serta Samudra Hindia selatan Pulau Sumba–Pulau Sabu. Kondisi ini dinilai cukup berisiko bagi aktivitas pelayaran, terutama kapal kecil dan perahu nelayan.
BMKG mengingatkan, meski tinggi gelombang tergolong sedang, perubahan kondisi laut dapat terjadi secara cepat. Arah dan kecepatan angin berpotensi mengalami fluktuasi dalam waktu singkat seiring dinamika atmosfer yang dipengaruhi oleh Siklon Tropis Mitchell.
“Nelayan, pelaku transportasi laut, dan operator kapal kecil agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca maritim sebelum melaut,” demikian imbauan BMKG dalam keterangan resminya. Penggunaan alat keselamatan dan perencanaan pelayaran yang matang juga sangat disarankan.
Baca Juga: Bibit Siklon 96S Picu Gelombang Tinggi di Perairan Bali, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Selain berdampak pada kondisi gelombang, pengaruh sistem tekanan rendah ini juga meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur. Hujan disertai angin kencang berpotensi terjadi secara lokal, terutama di wilayah pesisir dan perairan terbuka.
BMKG menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Informasi cuaca dan peringatan dini akan terus diperbarui sesuai perkembangan terbaru siklon tersebut.
Baca Juga: Dua Bibit Siklon Picu Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia hingga 19 Desember 2025
Masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna jasa transportasi laut diimbau untuk rutin memantau informasi cuaca dari sumber resmi BMKG. Aktivitas di laut sebaiknya disesuaikan dengan kondisi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan guna menghindari risiko kecelakaan. (naa/fir)
Editor : M Firman Syah