Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gubernur NTT Melki Laka Lena Ziarah ke Makam Anak 10 Tahun di Ngada, Tegaskan Negara Tak Boleh Abai

Lambertus Hurek • Minggu, 8 Februari 2026 | 14:28 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengunjungi makam seorang anak berusia 10 tahun di Kampung Dona, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Flores, NTT.  (PEMPROV NTT)
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengunjungi makam seorang anak berusia 10 tahun di Kampung Dona, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Flores, NTT. (PEMPROV NTT)

RADAR SURABAYA – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengunjungi makam YB, seorang anak berusia 10 tahun di Kampung Dona, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Flores, Sabtu siang (7/2/2026). Anak tersebut meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidupnya karena tekanan ekonomi keluarga, termasuk ketidakmampuan membeli buku dan pena untuk sekolah.

Kunjungan Gubernur NTT itu dilakukan seusai mendatangi rumah duka dan bertemu langsung dengan keluarga almarhum. Di hadapan ibu, nenek, dan kakak korban, Melki Laka Lena menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian negara dan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya hadir melindungi dan mendampingi anak-anak, khususnya dari keluarga tidak mampu.

“Saya datang bukan sekadar menyampaikan belasungkawa, tetapi ini menjadi momen introspeksi yang sangat dalam bagi saya pribadi dan seluruh jajaran pemerintah. Kepergian adik YB mengguncang nurani kita semua dan menjadi peringatan keras,” ujar Melki Laka Lena.

Menurutnya, tragedi ini tidak boleh dipandang sebagai peristiwa tunggal, melainkan alarm serius tentang masih adanya anak-anak yang merasa sendirian dan terabaikan di tengah sistem yang seharusnya melindungi mereka. Ia menegaskan, anak-anak tidak boleh kehilangan harapan hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur NTT didampingi Bupati Ngada Raymundus Benda, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Ende dr Domi Mere, pelaksana tugas sekda dari Kabupaten Ngada, Nagekeo, dan Ende, pimpinan serta anggota DPRD II dari tiga kabupaten, serta jajaran Pemerintah Provinsi NTT.

Melki menekankan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah di NTT agar bekerja lebih serius dan lebih peka terhadap kondisi riil masyarakat. Ia meminta agar layanan pendidikan, bantuan sosial, dan pelayanan publik benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan, hingga ke pelosok desa.

“Kita mungkin memiliki banyak keterbatasan, tetapi kepedulian tidak boleh terbatas. Negara harus hadir, terutama bagi anak-anak,” tegasnya.

Usai ziarah dan kunjungan rumah duka, Gubernur NTT melanjutkan agenda dengan pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Ngada di Kantor Camat Jerebuu. Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah langkah perbaikan ke depan, di antaranya percepatan pelayanan administrasi kependudukan melalui mobil layanan keliling E-KTP, pendataan masyarakat miskin yang lebih akurat dan berkeadilan, serta penguatan kolaborasi lintas unsur di tingkat desa.

Selain itu, turut dibahas persoalan batas wilayah antara Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo agar tidak merugikan masyarakat di kedua daerah. Pada akhir pertemuan, Pemerintah Provinsi NTT menyerahkan bantuan sosial antisipasi bencana berupa beras PSO sebanyak 2 ton untuk masyarakat Kabupaten Ngada.

“Adik YB telah pergi, tetapi pesannya harus kita jaga. Ini cambuk bagi kita semua untuk bekerja lebih baik, lebih adil, dan lebih manusiawi ke depan,” kata Melki Laka Lena. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#gubernur ntt #gubernur NTT minta maaf #Anak Bunuh Diri #Melki Laka Lena #anak bunuh diri tak bisa beli buku