RADAR SURABAYA — Penantian panjang selama 12 tahun akhirnya terbayar. Koleksi bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) mekar sempurna di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/2) malam. Peristiwa langka ini langsung menyedot perhatian pengunjung dan pecinta botani.
Mekarnya bunga bangkai raksasa tersebut menjadi sorotan publik karena hanya terjadi dalam rentang waktu beberapa tahun sekali. Proses pembukaan seludang bunga telah berlangsung sejak Kamis dini hari, sebelum akhirnya mencapai fase mekar penuh.
Baca Juga: Bunga Segar Masih Jadi Primadona Termasuk di Surabaya, Tren Florist 2026 Mengarah ke Alam
Horticulture Senior Manager PT Mitra Natura Raya selaku pengelola Kebun Raya Bogor, Yudhistira, menjelaskan bunga bangkai raksasa mencapai puncak mekarnya pada Kamis (5/2). Tongkol bunga menjulang setinggi 140 sentimeter dengan diameter mencapai 56 sentimeter.
“Tepat pukul 00.24 WIB, seludang bunga terbuka sempurna. Ini menjadi klimaks dari peristiwa langka yang hanya berlangsung singkat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (7/2).
Baca Juga: Bunga Suweg Mekar di Manggarai Barat, Disangka Rafflesia karena Aromanya Menyengat
Bunga bangkai bernomor koleksi 382 tersebut dikenal memiliki siklus hidup yang panjang dan tidak menentu. Peneliti Ahli Madya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dian Latifah, menjelaskan proses reproduksi bunga bangkai raksasa di Kebun Raya berbeda dengan habitat aslinya.
“Di alam, penyerbukan bisa terjadi secara alami. Sementara di Kebun Raya harus dibantu manusia melalui hand pollination karena bunga jantan dan betinanya tidak masak secara bersamaan,” jelas Dian.
Baca Juga: Rafflesia Hasseltii Muncul di Sumatera Barat, Pakar Botani Peringatkan Ancaman Alih Fungsi Lahan
Ia menambahkan, durasi mekarnya bunga bangkai raksasa sangat singkat. Karena itu, kesempatan menyaksikannya secara langsung menjadi momen yang sangat berharga.
Pengelola dan peneliti juga mengedukasi masyarakat agar tidak keliru membedakan bunga bangkai raksasa dengan tanaman lain yang kerap disamakan.
“Masyarakat perlu membedakan dengan suweg (Amorphophallus paeoniifolius) atau Rafflesia. Meski disebut bunga bangkai raksasa, bunga jantan dan betinanya sebenarnya kecil-kecil dan mengelompok di bagian bawah spadiks yang menjulang tinggi,” terang Dian.
Mekarnya bunga bangkai raksasa kali ini tak hanya spektakuler dari sisi ukuran, tetapi juga bernilai historis. Sebab, koleksi tersebut terakhir kali mekar setelah ‘tertidur’ selama 12 tahun penuh. (she/fir)
Editor : M Firman Syah