RADAR SURABAYA – Dua kecelakaan di jalur kereta api di Tandes Surabaya dan Pucuk Gresik menyebabkan kereta api mengalami keterlambatan. Insiden pertama terjadi di petak jalan Stasiun Kandangan-Stasiun Tandes, Rabu (4/2).
Sebuah muatan truk terjatuh dan menghalangi Jalur Perlintasan Langsung (JPL) Nomor 398. Meski jalur hulu berhasil diamankan dalam waktu singkat, jalur hilir baru dapat dilalui normal yang mengakibatkan keterlambatan KA Barang Priukmas Cargo selama 15 menit.
Kecelakaan kedua menimpa (KA) 41 Sembrani tertemper sebuah mobil di JPL 266, petak jalan Stasiun Pucuk-Stasiun Gembong. Perlintasan tersebut diketahui merupakan titik yang dijaga secara swadaya oleh masyarakat.
Akibat insiden ini, perjalanan KA Sembrani mengalami keterlambatan signifikan hingga 245 menit karena harus dilakukan pemeriksaan sarana dan evakuasi jalur.
Beberapa perjalanan kereta api lainnya juga terdampak cukup lama. Di antaranya, KA CL Jenggala (terlambat 152 menit), KA Parcel Utara (160 menit), KA Kertajaya (45 menit), KA Blambangan (44 menit), dan KA Dharmawangsa (25 menit).
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah cepat untuk memastikan keselamatan penumpang dan memulihkan jalur.
“Sejak awal kejadian, KAI telah melakukan langkah penanganan secara cepat, terukur, dan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku, termasuk pengamanan lokasi, evakuasi, serta pemeriksaan sarana dan prasarana,” ujar Mahendro, Kamis (5/2).
Mahendro menambahkan, prioritas utama perusahaan adalah memastikan jalur kembali aman agar operasional bisa kembali normal. KAI Daop 8 juga menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam atas insiden yang melibatkan KA Sembrani tersebut. (*)
Editor : Lambertus Hurek