Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kabar Baik dari Ujung Kulon, Anakan Badak Jawa Terekam Kamera Jebak

Muhammad Firman Syah • Kamis, 5 Februari 2026 | 13:27 WIB

Anggota baru: Anakan Badak Jawa di TN Ujung Kulon menjadi sinyal positif bagi kelestarian spesies bercula satu yang terancam punah.
Anggota baru: Anakan Badak Jawa di TN Ujung Kulon menjadi sinyal positif bagi kelestarian spesies bercula satu yang terancam punah.

UJUNG KULON — Kabar menggembirakan datang dari kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Seekor anakan badak Jawa terekam kamera jebak berjalan bersama induknya di area hutan taman nasional tersebut. Rekaman ini menjadi penanda penting bahwa proses reproduksi satwa langka tersebut masih berlangsung secara alami di habitat aslinya.

Badak Jawa atau Rhinoceros sondaicus merupakan salah satu mamalia paling terancam punah di dunia. Satwa bercula satu ini kini hanya hidup secara alami di kawasan Ujung Kulon, setelah populasinya di berbagai wilayah Asia Tenggara terus menyusut akibat perburuan dan kerusakan habitat.

Baca Juga: Bacuya, Badak Bercula Satu Dipilih Jadi Maskot Piala Dunia U-20 2023

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, menyebut keberadaan induk dan anakan badak Jawa tersebut sebagai sinyal positif bagi upaya konservasi nasional. Menurutnya, temuan ini menunjukkan habitat Ujung Kulon masih mampu mendukung siklus hidup badak Jawa secara optimal.

Rekaman tersebut diperoleh Tim Monitoring dan Evakuasi Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa pada 29 Januari 2026 sekitar pukul 22.17 WIB. Temuan ini tercatat sebagai rekaman anakan badak Jawa pertama sepanjang tahun 2026.

Baca Juga: Ditemukan Utuh! Telur Dinosaurus Berusia 70 Juta Tahun Milik Spesies Karnivora Langka

Keberadaan anakan badak Jawa dinilai sangat krusial, mengingat tingkat kelahiran satwa ini tergolong rendah dengan masa kehamilan yang panjang. Setiap kelahiran menjadi indikator penting dalam menjaga kesinambungan populasi yang jumlahnya diperkirakan masih di bawah 100 ekor.

Pada masa lalu, badak Jawa tersebar di sejumlah wilayah Asia Tenggara. Namun tekanan perburuan dan menyempitnya kawasan hutan menyebabkan populasinya terus menurun hingga akhirnya hanya bertahan di Ujung Kulon.

Untuk menjaga kelestarian spesies ini, pengelola taman nasional bersama pemerintah terus menjalankan berbagai langkah konservasi. Upaya tersebut meliputi patroli rutin, pemantauan kamera jebak, hingga penguatan perlindungan habitat dari ancaman perburuan dan gangguan manusia.

Baca Juga: Memiliki Hewan Peliharaan Dinilai Bantu Kesehatan Mental Manusia

Kini, seluruh populasi liar badak Jawa sepenuhnya bergantung pada keberlanjutan ekosistem Ujung Kulon. Kelahiran anakan badak ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen konservasi, sekaligus pengingat pentingnya menjaga kawasan hutan sebagai benteng terakhir satwa langka tersebut. (naa/fir)

Editor : M Firman Syah
#kamera jebak #ujung kulon #badak #hewan langka #badak jawa