.
RADAR SURABAYA - Sebuah kapal nelayan penangkap cumi bernama KM Indo Perkasa 03 dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Wasir Utara, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, pada Senin (2/2) sekitar pukul 08.00 WIT.
Dalam insiden tersebut, tujuh anak buah kapal (ABK) dinyatakan hilang, sementara sembilan lainnya berhasil diselamatkan.
Pengurus perusahaan kapal, Ricko, menjelaskan bahwa KM Indo Perkasa 03 berawak 16 orang. “Seluruh ABK termasuk nakhoda berjumlah 16 orang. Saat ini korban yang berhasil diselamatkan oleh KM Bahtera Nuh berjumlah sembilan orang dan kini sudah diamankan di Polres Kepulauan Aru,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (4/3).
Ricko menambahkan, kapal tenggelam akibat diterjang gelombang setinggi empat meter disertai angin kencang.
Nakhoda kapal, Udin Ace, sempat meminta pertolongan setelah kapal kemasukan air dan kehilangan keseimbangan.
Upaya penyelamatan yang dilakukan tidak berhasil, hingga kapal akhirnya tenggelam sekitar pukul 08.00 WIT.
Kronologi kejadian bermula saat KM Indo Perkasa 03 pulang dari menangkap cumi pada pukul 07.00 WIT. Tak lama kemudian, kapal diterpa gelombang tinggi hingga miring dan kemasukan air.
Seluruh ABK melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Setelah berenang selama kurang lebih dua jam, sembilan ABK berhasil ditolong oleh kapal KM Bahtera Nuh yang melintas sekitar pukul 10.00 WIT.
Kepala Pos SAR Dobo, Glen Teupuring, mengatakan pihaknya menerima laporan kecelakaan laut tersebut pada Senin malam.
“Kami menerima informasi tentang kecelakaan laut ini pada pukul 23.30 WIT kemarin, dan tadi pukul 12.00 WIT tim langsung bergerak untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban di lokasi kejadian,” ucap Glen, Rabu (4/2).
Hingga kini, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, BPBD, dan Polairud masih melakukan pencarian terhadap tujuh ABK yang hilang.
Pencarian terus diperluas di sekitar perairan Pulau Wasir Utara dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari