RADAR SURABAYA - Publik Indonesia dihebohkan dengan munculnya nama mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam dokumen Jeffrey Epstein Files.
Namun, fakta sebenarnya menunjukkan bahwa penyebutan nama Sri Mulyani berasal dari arsip resmi World Bank Group, bukan dari dokumen pribadi Jeffrey Epstein.
Arsip tersebut berupa email internal dan artikel komunikasi resmi di World Bank Group bertanggal 18 Juni 2014, ketika Sri Mulyani menjabat sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer (COO).
“Penyebutan nama Sri Mulyani murni dalam kapasitas kelembagaan di World Bank Group. Tidak ada korespondensi personal maupun komunikasi langsung dengan Jeffrey Epstein,” jelas seorang sumber internal World Bank yang dikutip dalam laporan media internasional, Rabu (4/2).
Perlu dicatat, tidak semua dokumen dalam Epstein Files berisi catatan pribadi atau relasi langsung dengan mendiang predator seksual Jeffrey Epstein.
Sebagian besar dokumen berupa email internal organisasi, laporan kebijakan, hingga materi komunikasi lembaga internasional. Oleh karena itu, nama yang tercantum tidak serta merta terkait dengan aktivitas kriminal Epstein.
Selain Sri Mulyani, nama tokoh Indonesia lain juga muncul, seperti Presiden Joko Widodo yang disebut dalam kliping pemberitaan atau laporan analisis politik-ekonomi, serta Presiden ke-2 RI Soeharto yang tercantum dalam dokumen usulan penulisan buku tentang dirinya.
Sama seperti Sri Mulyani, tidak ada hubungan personal antara kedua tokoh tersebut dengan Epstein.
Dengan demikian, kehadiran nama Sri Mulyani dalam Epstein Files bersifat kontekstual dan informatif, bukan indikasi adanya keterlibatan pribadi.
Fakta ini menegaskan bahwa publik tidak perlu mengaitkan nama pejabat Indonesia dengan kasus kriminal Epstein.
Jeffrey Epstein sendiri adalah seorang finansier Amerika Serikat yang ditangkap pada 2019 atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur.
Ia dikenal memiliki jaringan luas dengan tokoh politik, bisnis, dan akademisi dunia. Epstein ditemukan tewas di penjara New York pada Agustus 2019, dalam kasus yang hingga kini masih menimbulkan kontroversi.
Setelah kematiannya, berbagai dokumen yang disebut sebagai Epstein Files dirilis ke publik.
Dokumen tersebut berisi arsip komunikasi, catatan organisasi, hingga laporan analisis yang pernah dikaitkan dengan Epstein.
Namun, tidak semua nama yang muncul di dalamnya memiliki hubungan personal dengan Epstein. Banyak di antaranya hanya tercantum karena konteks kelembagaan atau pemberitaan. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari