RADAR SURABAYA - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menyoroti perkembangan pesat atlet-atlet muda Indonesia pada awal 2026.
Rivalitas antara Moh. Zaki Ubaidillah dan Alwi Farhan dinilai menjadi salah satu indikator kuat kebangkitan sektor tunggal putra Indonesia.
Dalam analisis resminya, BWF menyebut Januari dan Februari 2026 sebagai periode penuh tanda-tanda positif bagi Indonesia. Kesuksesan Merah Putih di Thailand Masters 2026 pun dinilai pantas mendapat apresiasi.
Pada turnamen Thailand Masters 2026, Moh Zaki Ubaidillah tampil gemilang dengan meraih gelar juara tunggal putra.
Prestasi tersebut menjadi gelar Super 300 pertama dalam kariernya. Sebelumnya, Indonesia juga berjaya di Indonesia Masters 2026 melalui Alwi Farhan yang keluar sebagai juara tunggal putra.
“Yang membangkitkan semangat adalah kemunculan Moh. Zaki Ubaidillah, yang memenangkan ajang Super 300 pertamanya,” tulis BWF dalam analisisnya, Rabu (4/2).
BWF menilai persaingan sehat antara Ubaidillah dan Alwi Farhan menjadi pertanda baik bagi masa depan bulu tangkis Indonesia.
Ubaidillah kini berusia 18 tahun, sementara Alwi Farhan berusia 20 tahun, keduanya diproyeksikan menjadi tulang punggung Indonesia di level elite dunia.
“Persaingan yang muncul ini menjadi sinyal positif bagi Indonesia,” lanjut BWF.
Tak hanya dari sektor tunggal putra, sorotan juga tertuju pada pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Pasangan muda ini mencuri perhatian setelah mampu menembus final dua turnamen secara beruntun, meski belum berhasil mengamankan gelar juara.
“Situasi serupa dialami oleh pasangan ganda putra Indonesia yang paling menjanjikan, Raymond/Joaquin. Mereka mencapai dua final dalam dua minggu dan enam final dari tujuh turnamen,” ulas BWF.
Konsistensi performa tersebut berdampak signifikan pada peringkat dunia mereka.
“Raymond/Joaquin kini melesat ke peringkat 17 dunia, sebuah kenaikan luar biasa mengingat mereka berada di peringkat 90 pada September lalu,” tulis BWF.
Sektor ganda putri dan ganda campuran Indonesia juga menghadirkan angin segar di Thailand Masters 2026. Indonesia berhasil menyapu bersih nomor ganda, membuka harapan lahirnya kekuatan baru yang kompetitif.
“Indonesia menyapu bersih nomor ganda di Thailand, dengan Amallia Cahya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil yang meraih gelar Super 300 pertama mereka,” ungkap BWF.
Meski menunjukkan dominasi di level Super 300, BWF mengingatkan bahwa para pebulu tangkis Indonesia masih perlu membuktikan konsistensi mereka di turnamen dengan level lebih tinggi, seperti Super 750 dan Super 1000.
Tantangan tersebut akan menjadi ujian penting untuk memastikan regenerasi bulu tangkis Indonesia benar-benar siap bersaing di panggung dunia.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan