Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Haji 2026: Tanpa Tempat Tidur Susun, Asrama Haji Surabaya Benahi Kamar

Rahmat Sudrajat • Selasa, 3 Februari 2026 | 17:48 WIB
Kepala Asrama Haji Surabaya, Fentin Istifa
Kepala Asrama Haji Surabaya, Fentin Istifa

RADAR SURABAYA – Asrama Haji Surabaya terus mengebut persiapan menjelang operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Sejumlah perbaikan dilakukan, mulai dari pembenahan kamar hingga peningkatan fasilitas penunjang, guna memastikan kenyamanan jemaah haji dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dengan waktu persiapan yang tersisa kurang dari dua bulan, pihak asrama fokus menyelesaikan renovasi kamar yang rusak serta melakukan penyesuaian fasilitas.

Salah satu kebijakan penting tahun ini adalah penghapusan penggunaan tempat tidur susun di kamar jemaah demi alasan keselamatan.

Kepala Asrama Haji Surabaya, Fentin Istifaiyah, mengatakan seluruh sarana dan prasarana terus dibenahi agar jemaah yang mulai masuk asrama pada 21 April 2026 dapat merasa aman dan nyaman.

“Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah jemaah terbanyak se-Indonesia, ditambah Bali dan NTT. Total keseluruhan mencapai 43.200 jemaah. Karena itu, persiapan harus dilakukan secara matang dan terintegrasi,” ujar Fentin, Selasa (3/2).

Tambahan Jemaah Jadi Tantangan Persiapan

Pada musim haji 2026, kuota jemaah haji Jawa Timur meningkat menjadi 42.409 orang. Sementara Bali dan NTT yang tergabung dalam Embarkasi Surabaya masing-masing memperoleh tambahan kuota 698 dan 516 orang.

Dengan demikian, total kuota untuk ketiga provinsi tersebut mencapai 43.200 jemaah.

Fentin mengungkapkan, dirinya juga telah mendapat arahan langsung dari Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf,

agar Asrama Haji Surabaya dipersiapkan secara optimal, terutama dengan adanya penambahan lebih dari 7.200 jemaah.

“Pesan beliau jelas, pelayanan harus maksimal. Sarana prasarana harus siap, jangan sampai ada jemaah yang terganggu karena fasilitas dasar seperti air atau kamar mandi bermasalah,” katanya.

Tempat Tidur Susun Dihapus Demi Keamanan

Salah satu perubahan signifikan pada penyelenggaraan haji 2026 adalah tidak digunakannya lagi tempat tidur susun di kamar jemaah. Kebijakan ini diambil untuk meminimalkan risiko kecelakaan, terutama bagi jemaah lanjut usia.

“Kami tidak lagi menggunakan tempat tidur susun karena khawatir jemaah tergelincir. Selain itu, kondisi tempat tidur susun yang lama juga sudah kurang layak,” jelas Fentin.

Menurutnya, waktu persiapan yang tersedia terbilang singkat, apalagi akan bertepatan dengan bulan Ramadan dan Lebaran.

Karena itu, pengecekan kamar dilakukan satu per satu agar seluruh akomodasi siap digunakan.

Sementara itu, Kepala Subbagian Umum Asrama Haji Surabaya, Abdullah Mawardi, menyampaikan bahwa progres persiapan asrama haji telah mencapai 89 persen.

Dari total 587 kamar yang tersedia, sebanyak 506 kamar akan digunakan untuk jemaah haji.

“Total kamar layak huni sebanyak 471 kamar, kamar rusak ringan 35 kamar, dan rusak berat 81 kamar. Untuk operasional jemaah, yang digunakan 506 kamar dengan kapasitas sekitar 2.507 orang,” jelas Mawardi.

Ia menambahkan, kamar dengan kondisi rusak ringan masih dapat dimanfaatkan, terutama untuk kebutuhan panitia, sambil menunggu alokasi anggaran renovasi.

Selama masa operasional haji, Asrama Haji Surabaya setiap hari akan menerima lima kelompok terbang (kloter).

Para jemaah dijadwalkan transit hampir satu hari sebelum diberangkatkan melalui Bandara Juanda menuju Tanah Suci.

Dengan berbagai pembenahan tersebut, Asrama Haji Surabaya optimistis seluruh jemaah dapat dilayani secara maksimal pada penyelenggaraan ibadah haji 2026.(rmt)



Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Kepala Asrama Haji Surabaya #Mochamad Irfan Yusuf #Menhaj #Haji 2026 #Menteri Haji dan Umrah #Fentin Istifaiyah #asrama haji surabaya #embarkasi surabaya