Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Presiden Prabowo Pertanyakan Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo di Surabaya

Lambertus Hurek • Selasa, 3 Februari 2026 | 09:05 WIB
Pembongkaran situs bersejarah rumah yang dijadikan studio Radio Bung Tomo di Jalan Mawar Surabaya beberapa tahun lalu. (KUNCARSONO PRASETYO)
Pembongkaran situs bersejarah rumah yang dijadikan studio Radio Bung Tomo di Jalan Mawar Surabaya beberapa tahun lalu. (KUNCARSONO PRASETYO)

RADAR SURABAYA - Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyoroti hilangnya rumah bersejarah tempat penyiaran pidato Bung Tomo di Jalan Mawar Nomor 10 Surabaya. Di hadapan para kepala daerah, Prabowo mempertanyakan lenyapnya situs penting yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa, khususnya peristiwa heroik 10 November 1945.

Rumah tersebut dikenal sebagai lokasi pidato legendaris Bung Tomo yang membakar semangat rakyat Surabaya melawan penjajah. Ironisnya, bangunan itu telah dihancurkan meski berstatus sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/004/402.1.04/1998.

Dalam taklimat Rapat Koordinasi Nasional kepala daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026), Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah kelam penjajahan dan perlakuan tidak manusiawi. Luka sejarah itu, menurutnya, seharusnya dijaga melalui pelestarian situs-situs perjuangan, bukan justru dihapus atas nama pembangunan.

“Di mana sekarang rumah radio Bung Tomo itu? Masih ada atau sudah dibongkar?” tanya Prabowo di hadapan peserta Rakornas.

Selama ini, rumah Radio Bung Tomo kerap menjadi objek liputan sejarah Kota Surabaya dan menjadi pengingat penting akan heroisme arek-arek Suroboyo. Namun sejak bangunan itu dibongkar, liputan tentang nilai-nilai kepahlawanan yang melekat pada lokasi tersebut praktis menghilang.

Kondisi itu memicu inisiatif mandiri dari warga Surabaya untuk menjaga ingatan kolektif. Sejumlah arek Surabaya mendirikan sebuah radio yang diberi nama “Radio Bung Tomo” serta menulis buku berjudul “Jejak Bung Tomo” sebagai upaya merawat semangat perjuangan yang dinilai telah dikoyak.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berdiri bukan dari proses instan, melainkan dari perjuangan panjang para pendahulu bangsa. Karena itu, mengejar investasi tanpa memedulikan sejarah sama saja dengan menghapus jati diri nasional.

Sementara itu, kader Partai Gerindra A. Hermas Thony mengingatkan bahwa saat menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2019–2024, ia pernah menginisiasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemajuan Kebudayaan, Kejuangan, dan Kepahlawanan Surabaya. Perda tersebut ditujukan untuk melindungi warisan perjuangan, baik berbentuk benda maupun tak benda.

Namun hingga kini, raperda tersebut belum juga rampung. “Atau menunggu akan hilangnya bangunan cagar budaya yang bernilai kejuangan dan kepahlawanan,” gumam Thony. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#bung tomo #kota pahlawan #pembongkaran radio bung tomo #bangunan cagar budaya #Presiden Prabowo #radio bung tomo