RADAR SURABAYA - Setelah lebih dari 13 hari, operasi pencarian terhadap Yazid Ahmad Firdaus, 26, pendaki yang dilaporkan hilang saat menuruni puncak Bukit Mongkrang di lereng selatan Gunung Lawu, resmi dihentikan.
Keputusan ini diambil setelah belasan hari pencarian intensif dan tidak membuahkan hasil.
Basarnas Surakarta menyampaikan penutupan operasi SAR pada Sabtu (31/1) sore, setelah evaluasi menyeluruh bersama seluruh unsur yang terlibat, termasuk pihak keluarga.
“Dengan mempertimbangkan hasil pencarian sampai hari ke-13 yang masih nihil dan tidak adanya tanda-tanda keberadaan korban, maka dengan berat hati operasi SAR dinyatakan ditutup,” ujar Kepala Subsie Operasi Basarnas Surakarta, Basuki.
Ayah Yazid, Sapto Mulyono, tampak berusaha tegar meski raut wajahnya menyimpan duka mendalam.
Sejak laporan kehilangan diterima pada Minggu (18/1), Sapto hampir tidak pernah beranjak dari basecamp pendakian, menanti kabar dengan penuh harap dan mengikuti perkembangan pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menegaskan bahwa meski operasi resmi dihentikan, peluang pencarian belum sepenuhnya tertutup.
“Jika di kemudian hari muncul tanda-tanda mencurigakan atau petunjuk baru terkait keberadaan survivor, operasi SAR bisa dibuka kembali. Untuk sementara, pencarian dapat dilakukan secara mandiri,” jelas Hendro.
Sebagai langkah antisipasi, jalur pendakian Bukit Mongkrang ditutup sementara demi keselamatan pendaki dan kelancaran evaluasi di lapangan.
Pada hari terakhir pencarian, sedikitnya 12 Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan, melibatkan personel dari berbagai instansi dan relawan.
Meski pencarian resmi ditutup, harapan keluarga dan masyarakat tetap terbuka jika suatu saat muncul petunjuk baru mengenai keberadaan Yazid. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari