RADAR SURABAYA – Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur memastikan kuota jemaah haji lansia tahun 2026 tidak akan
dialihkan kepada jemaah reguler, meskipun jumlah lansia yang tidak memenuhi syarat istitaah kesehatan tergolong tinggi.
Kepastian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, menyusul hasil pemeriksaan kesehatan tahap pertama sebelum pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
Banyak Lansia Tak Istitaah, Kuota Tetap Dipertahankan
Anam mengungkapkan, kuota jemaah haji lansia di Jawa Timur mencapai sekitar 2.120 orang. Namun, penerapan standar pemeriksaan kesehatan yang semakin ketat membuat banyak calon jemaah lansia dinyatakan tidak istitaah.
“Standar istitaah kesehatan sekarang jauh lebih ketat. Akibatnya, banyak lansia yang tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap pelunasan,” ujar Anam, Minggu (1/2).
Meski begitu, Kemenhaj Jatim memastikan kuota lansia tetap terpenuhi dengan mengambil jemaah dari cadangan lansia yang telah dinyatakan memenuhi syarat istitaah kesehatan.
Tidak Diganti Jemaah Reguler
Anam menegaskan, kuota haji lansia yang tidak terpakai tidak akan dialihkan kepada jemaah haji reguler.
Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan prioritas pelayanan bagi jemaah lansia.
“Walaupun banyak yang tidak melunasi karena tidak istitaah kesehatan, kuota itu tetap untuk lansia. Tidak digantikan oleh jemaah reguler,” tegasnya.
Verifikasi Paspor Capai 75 Persen
Saat ini, Kanwil Kemenhaj Jawa Timur masih menunggu proses verifikasi data paspor sebagai syarat pendaftaran visa haji. Hingga awal Februari, progres verifikasi paspor telah mencapai sekitar 75 persen.
“Setelah verifikasi paspor selesai, kami lanjutkan ke proses biovisa. Mudah-mudahan sebelum Idulfitri visa haji sudah terbit,” kata Anam.
Proses ini juga akan memastikan jumlah pasti jemaah lansia, termasuk calon jemaah tertua dari Jawa Timur yang akan berangkat haji pada 2026.
Kuota Haji Jatim Naik, Pelunasan Lampaui Target
Jumlah jemaah haji Jawa Timur tahun ini tercatat meningkat menjadi 42.409 orang. Selain itu, Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergabung dalam embarkasi Surabaya masing-
masing mendapat tambahan kuota 698 dan 516 jemaah. Total kuota embarkasi Surabaya pun mencapai 43.200 orang.
Untuk pelunasan Bipih, Jawa Timur mencatat capaian 104,23 persen pada tahap I dan II, meningkat dari periode sebelumnya yang berada di angka 103,76 persen.
“Pelunasan jemaah haji Jawa Timur sudah melampaui target,” ujar Anam.
Satu Syarikah untuk Jemaah Jatim
Selain soal kuota, Kemenhaj Jatim juga memastikan seluruh jemaah haji asal Jawa Timur akan menggunakan satu syarikah tunggal pada musim haji tahun ini.
Kebijakan tersebut bertujuan mencegah pemisahan kloter maupun anggota keluarga, seperti yang terjadi pada musim haji sebelumnya.
“Jawa Timur tetap menggunakan satu syarikah karena berbasis embarkasi. Insyaallah menggunakan Albait Guest Syarikah,” pungkas Anam.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan