RADAR SURABAYA - Peristiwa tragis menimpa seorang petani di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Korban berinisial MS, 34, ditemukan tewas setelah diterkam ular piton berukuran sekitar 5 meter saat beristirahat di kebunnya pada Rabu (28/1) pagi. Diduga korban diserang secara tiba-tiba ketika hendak makan siang.
Kepala Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Abrar Ganasatu, menjelaskan bahwa korban baru ditemukan pada malam hari setelah keluarga dan warga menyusul karena tak kunjung pulang.
“Korban ditemukan di TKP sekitar pukul 21.00 Wita. Waktu itu orang-orang langsung naik ke lokasi,” ujarnya, Jumat (30/1).
Saat ditemukan, tubuh korban sudah terlilit dan sebagian badannya ditelan ular piton. Warga yang melihat kejadian itu segera menolong dengan menebas ular.
Abrar menuturkan ayah korban yang langsung menebas ular tersebut hingga akhirnya memuntahkan tubuh korban.
“Bahkan menurut keterangan keluarganya sudah sampai leher. Saat ayah korban datang, ular masih hidup dan sedang melilit serta menelan korban. Ular tersebut kemudian ditebas,” jelasnya.
Abrar menambahkan, korban kemungkinan diserang saat sedang beristirahat dan tidak menyadari keberadaan ular. Dugaan itu diperkuat dengan temuan bekal makan siang di lokasi kejadian.
“Korban kemungkinan sedang istirahat sore dan mau makan. Tiba-tiba diserang ular dan diterkam di bagian kepala. Diduga korban tidak sempat melawan karena serangan datang tiba-tiba,” katanya.
Korban meninggalkan seorang istri yang tengah hamil dua bulan. Abrar menegaskan bahwa aktivitas berkebun di kawasan pegunungan memang rawan berhadapan dengan satwa liar, termasuk ular piton.
“Sudah beberapa kali terjadi, mungkin baru kali ini viral. Tahun lalu ada satu warga dililit, tapi karena ada temannya, ular bisa dilumpuhkan,” pungkasnya. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari