RADAR SURABAYA - Pencarian terhadap pendaki muda bernama Yazid Ahmad Firdaus, 26, yang hilang di Bukit Mongkrang, Karanganyar, Jawa Tengah, memasuki hari ke-12 pada Jumat (30/1).
Hingga kini, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keberadaan warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, tersebut. Yazid dilaporkan hilang sejak Senin (19/1), saat turun dari puncak Bukit Mongkrang.
Kasubsie Operasi Basarnas Surakarta, Basuki, menjelaskan bahwa meski hasil pencarian masih nihil, tim menemukan sejumlah titik baru yang dicurigai mengarah pada keberadaan korban.
“Hari ke-11 ini, kami masih nihil. Tapi kami menemukan beberapa titik-titik yang kami curigai untuk bisa kami lanjutkan di besok (hari ini, Red) hari ke-12 ,” ujarnya.
Lokasi yang dicurigai berada di sekitar Candi 1 dan area puncak. Basuki menambahkan, di titik pertama tercium bau anyir dan terlihat lalat hijau, sementara di area puncak terdapat bau mencurigakan yang sebelumnya dideteksi anjing pelacak K9. Namun, keterbatasan alat dan faktor cuaca menjadi kendala utama pencarian.
“Besok (hari ini) akan kami tindaklanjuti karena tadi sudah terlalu sore dan waktunya tidak cukup. Faktor cuaca juga, tadi sempat hujan,” jelas Basuki.
Operasi pencarian hari itu melibatkan lima Search and Rescue Unit (SRU) dengan sekitar 150 personel, serta penggunaan drone untuk memantau area dari udara.
Pencarian Yazid juga mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno, turun langsung ke lokasi pencarian. “Pak Sekda ikut ke atas memantau langsung, ikut pencarian juga,” kata Basuki.
Relawan yang terlibat dalam pencarian sempat mencium bau menyengat di sekitar Pos 3 sejak Minggu (25/1). Basuki mengatakan, bau tersebut berada di dasar jurang sehingga sulit dijangkau.
“Bau menyengat di sekitar pos 3. Sedang kita telusuri itu bau apa, karena sumbernya di dasar jurang. Kita belum bisa memastikan itu bau apa,” ucapnya.
Koordinator lapangan Basarnas Solo, Tri Puji Sugiharto, menambahkan bahwa tim dibagi menjadi lima SRU untuk menyisir jalur dari Pos 1 hingga Pos Bayangan, Pos 2 sampai Tapak Nogo, Mrutu Sewu hingga Praten, Sangitan sampai Ngembel, dan Sangitan hingga Jumog.
“Hari ini fokus pencarian dengan sistem vertikal menuruni tebing-tebing terjal yang dicurigai, dan tercium bau anyir. Kendala pencarian adalah vegetasi gunung yang sangat rapat dan jarak pandang terbatas,” jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merekomendasikan penutupan sementara jalur pendakian Bukit Mongkrang selama bulan Ramadan.
Sekda Jateng, Sumarno, menilai langkah ini perlu dilakukan untuk evaluasi jalur pendakian sekaligus pemulihan vegetasi.
“Operasional Mongkrang setiap kejadian jadi bahan evaluasi kita. Selama Ramadan, kita istirahatkan Mongkrang,” tegasnya.
Penutupan diharapkan memberi waktu untuk pembenahan jalur, pemulihan vegetasi, serta peningkatan aspek keselamatan pendaki ke depan. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari