RADAR SURABAYA – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan atlet nasional.
Kali ini, tiga atlet nasional resmi bergabung sebagai mahasiswa baru UMSURA melalui jalur beasiswa atlet.
Ketiga atlet tersebut adalah pebulutangkis Reza Pahlevi serta dua atlet balap sepeda, Muhammad Abdurrahman dan Rendy Barera Sanjaya.
Mereka merupakan atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang SEA Games Thailand.
Melalui program beasiswa atlet, UMSURA memberikan kesempatan bagi atlet untuk menjalani karier ganda, yakni tetap berprestasi di bidang olahraga sekaligus menempuh pendidikan tinggi.
Pilih Program Studi Sesuai Rencana Masa Depan
Reza Pahlevi tercatat memilih Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSURA. Sementara itu, Muhammad Abdurrahman mengambil Program Studi Hukum, dan Rendy Varera Sanjaya juga memilih Program Studi Manajemen.
Reza mengaku keputusan melanjutkan pendidikan tinggi diambil setelah menerima tawaran beasiswa dari kampus.
Ia menilai pendidikan akademik penting sebagai bekal masa depan setelah tidak lagi aktif sebagai atlet.
“Saya belum pernah kuliah sebelumnya. Ketika ada tawaran beasiswa ini, saya langsung mengambil kesempatan tersebut.
Semoga bisa berjalan lancar,” ujar Reza saat ditemui di Biro Penerimaan Mahasiswa Baru (BPMB), Jumat (30/1).
Ia memilih Program Studi Manajemen karena dinilai fleksibel dan relevan dengan rencana kariernya di masa depan.
Meski masih harus menyesuaikan jadwal latihan dan perkuliahan, Reza optimistis keduanya dapat berjalan seimbang.
Fleksibilitas Akademik Jadi Pertimbangan Utama
Dalam waktu dekat, Reza dijadwalkan mengikuti sejumlah turnamen internasional. Oleh karena itu, fleksibilitas akademik menjadi salah satu alasan utama dirinya memilih UMSURA.
“Sudah dijelaskan bahwa ada fleksibilitas akademik bagi atlet. Jadi saya berpikir kenapa tidak sekalian kuliah. Pendidikan juga penting, tidak hanya fokus olahraga,” katanya.
Hal senada disampaikan Muhammad Abdurrahman. Atlet balap sepeda tersebut memilih Program Studi Hukum karena selaras dengan rencana kariernya di kepolisian.
“Sebenarnya dulu sempat ada tawaran beasiswa saat pandemi COVID-19, tetapi tertunda. Alhamdulillah sekarang ada kesempatan lagi dan saya memilih Hukum,” ujarnya.
Sempat Tertunda karena Puslatda
Sementara itu, Rendy Varera Sanjaya mengaku keinginan untuk melanjutkan kuliah sudah muncul sejak lulus SMA.
Namun, rencana tersebut sempat tertunda karena harus mengikuti pemusatan latihan daerah (Puslatda).
“Sejak lulus SMA sebenarnya ingin kuliah, tapi waktu itu harus TC Puslatda. Karena rumah di Kediri, jadi tidak bisa melanjutkan,” ungkap Rendy yang meraih meraih medali emas nomor Mountain Bike (MTB) Men’s Cross Country, dan medali perak nomor Mens’s Mountain Bike (MTB) Downhill Putra di SEA Games 2025 Thailand.
Kesempatan melanjutkan pendidikan akhirnya ia ambil setelah mendapat banyak rekomendasi dari rekan sesama atlet.
“Banyak teman atlet kuliah di sini. Katanya UMSURA cocok dan ramah untuk atlet, jadi saya mantap mendaftar,” ujarnya.
Rendy memilih Program Studi Manajemen karena dianggap paling sesuai dengan kebutuhannya saat ini dan rencana masa depan setelah pensiun sebagai atlet.
UMSURA Tegaskan Konsep Home of Champions
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Insani, Kemahasiswaan, dan Kewirausahaan UMSURA, Dr. Nur Mukarromah, M.Kes., menegaskan bahwa kampusnya berkomitmen menjadi rumah bagi para atlet berprestasi.
“Universitas Muhammadiyah Surabaya, sesuai dengan visi kami sebagai Home of Champions, berupaya mencetak juara tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga nonakademik,” ujarnya.
Menurutnya, makna juara tidak hanya diukur dari prestasi olahraga, tetapi juga integritas moral, keunggulan intelektual, kewirausahaan, serta daya saing global.
“Beasiswa atlet diberikan kepada mahasiswa yang memiliki sertifikat atlet dan berlaku selama masa studi, baik jenjang D3 maupun S1,” jelasnya.
Dari sisi akademik, UMSURA juga memberikan fleksibilitas khusus bagi mahasiswa atlet agar tetap dapat berprestasi di dua bidang.
“Program studi akan memfasilitasi atlet melalui sistem blended learning, perkuliahan daring, maupun modul pembelajaran. Dengan begitu, prestasi olahraga dan akademik bisa berjalan beriringan,” pungkasnya.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan