Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Modus Pembersihan Rahim, 2 Santriwati di Lombok Timur Dicabuli Pimpinan Ponpes

Nurista Purnamasari • Kamis, 29 Januari 2026 | 22:17 WIB

 

Ilustrasi.
Ilustrasi.

RADAR SURABAYA - Dugaan kasus kekerasan seksual kembali mencoreng dunia pendidikan pesantren. Seorang pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan telah mencabuli dua santriwati.

Laporan resmi kasus ini sudah disampaikan kepada Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polda NTB.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, selaku pendamping korban, mengungkapkan bahwa jumlah korban bisa lebih dari dua orang. “Korbannya ada dua. Tapi dugaan kami masih ada korban lain,” ujarnya, Kamis (29/1).

Menurut Joko, pelaku melakukan aksi bejatnya berulang kali. Salah satu korban mengalami pemerkosaan sejak tahun 2016 ketika masih di bawah umur, sementara korban lainnya disetubuhi pada 2024. Bahkan, korban yang pertama tetap diperdaya hingga setelah menikah.

“Lima tahun selama sekolah berkali-kali sampai setelah dia menikah, masih bisa diperdaya untuk disetubuhi. Makanya dia depresi berat,” jelas Joko.

Ia menambahkan, pimpinan ponpes tersebut menggunakan berbagai modus untuk melancarkan aksinya, mulai dari dalih membersihkan rahim hingga tipu daya dengan mengaku dirasuki jin.

“Modus membersihkan rahim. Kemudian juga ada tipu daya. Bahkan dia sudah mempersiapkan dengan menyampaikan kepada jemaahnya bahwa suatu saat dia akan difitnah,” tandasnya.

Terpisah, Dirres PPA dan PPO Polda NTB, Kombes Ni Made Pujewati, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Saya masih tugas di luar kota. Saya cek dulu ya,” katanya singkat. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#santriwati dicabuli #pencabulan #lombok timur #ponpes #pimpinan ponpes #ntb #santriwati