Yogyakarta – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro berujung viral setelah seorang pedagang sate bereaksi histeris. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (28/01) dan terekam dalam sebuah video yang kemudian menyebar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, pedagang perempuan itu terlihat berteriak sambil berguling di trotoar saat petugas Satpol PP mendekat. Kejadian tersebut berlangsung ketika petugas melakukan penertiban terhadap lapak yang berjualan di area terlarang.
Video ini memancing perdebatan di media sosial, sebagian warga net ada yang merasa kasihan dan menuding tindakan petugas kurang manusiawi namun sebagian warga lain mendukung upaya penertiban demi estetika kota.
Baca Juga: Nongkrong di Warkop Saat Jam Sekolah, 5 Pelajar Surabaya Dijaring Satpol PP
Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Yogyakarta, Dodi Kurnianto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan penertiban dilakukan sesuai dengan ketentuan penataan kawasan Malioboro.
“Lokasi itu memang tidak diperbolehkan untuk aktivitas PKL,” ujar Dodi kepada awak media, Rabu (28/1).
Menurut Dodi, pedagang yang bersangkutan sempat berupaya menghindari petugas hingga barang dagangannya terjatuh dan berserakan. Situasi tersebut kemudian memicu reaksi emosional yang menjadi perhatian publik.
Baca Juga: Jaga Ketertiban dan Keselamatan, Satpol PP Sidoarjo Tertibkan Pasar Tumpah di Bawah Flyover Waru
Ia menambahkan, Satpol PP memastikan penertiban dilakukan secara persuasif tanpa tindakan kekerasan. Sosialisasi terkait larangan berjualan di trotoar pedestrian, kata dia, juga telah dilakukan berulang kali kepada para pedagang.
Penataan PKL di kawasan Malioboro dilakukan untuk menjaga fungsi jalur pejalan kaki sekaligus kenyamanan wisatawan. Pemerintah daerah pun mengimbau para pedagang agar mematuhi aturan yang berlaku serta memanfaatkan lokasi resmi yang telah disediakan. (rif/fir)
Editor : M Firman Syah